Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Ketua Independen IDA22

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 15:47
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menerima bunga mawar putih dari pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. Sri Mulyani tidak lagi menjabat Menteri Keuangan setalah digantikan dengan Purbaya Yudhi Sadewa yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2026. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menerima bunga mawar putih dari pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 9 September 2025. Sri Mulyani tidak lagi menjabat Menteri Keuangan setalah digantikan dengan Purbaya Yudhi Sadewa yang dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional ke-22 atau Independent Co-Chair of International Development Association (IDA22).

Dalam posisi tersebut, Sri Mulyani akan bertugas memperkuat dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara donor maupun negara peminjam.

Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia yang dikutip di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian kembali dana IDA22 bersama Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” sebut Bank Dunia. 

Baca JugaIni Alasan Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Dewan Direksi Gates Foundation Milik Bill Gates

Pengisian kembali dana IDA merupakan agenda yang umumnya digelar setiap tiga tahun sekali. Forum tersebut bertujuan menghimpun komitmen pendanaan baru bagi IDA sebagai lembaga pembiayaan Grup Bank Dunia yang berfokus pada negara-negara termiskin, sekaligus menjadi wadah evaluasi terhadap kebijakan-kebijakan IDA.

IDA selama ini menjadi salah satu sumber pembiayaan terbesar dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah.

Melalui skema pinjaman tanpa bunga atau berbunga rendah serta hibah, IDA membantu berbagai negara membiayai proyek dan program yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk mendukung investasi di 115 negara.

Baca JugaSri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation

Siklus pengisian kembali dana IDA22 dijadwalkan dimulai secara resmi dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan diperkirakan berlangsung pada Desember 2027.

Melalui IDA22, akan ditentukan besaran pembiayaan konsesional yang tersedia bagi 78 negara hingga 2031.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian kembali dana dipimpin oleh dua ketua bersama, yakni seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman luas di bidang pembiayaan pembangunan multilateral serta seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tambah Bank Dunia.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close