Istana Tegaskan Pengembangan Riset Nuklir untuk Energi dan Medis

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 21:45
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kementerian Sekretariat Negara RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Kementerian Sekretariat Negara RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa arah pengembangan riset nuklir oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta lembaga pemerintah lainnya diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan energi, ketahanan nasional, dan sektor kesehatan.

Penegasan tersebut disampaikan Prasetyo usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau pameran hasil riset dan inovasi BRIN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

"Kalau berkenaan dengan masalah nuklir, lebih fokus ke penelitian untuk kepentingan energi dan kesehatan. Misalnya, mungkinkah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dibangun di Indonesia atau peralatan alutsista berbahan nuklir, serta untuk kepentingan kesehatan, terutama medis," kata Prasetyo.
 

Dalam pameran yang berlangsung sejak Kamis (6/8/2026) tersebut, tim peneliti BRIN memaparkan secara langsung kesiapan teknologi nuklir nasional kepada Presiden Prabowo guna mendukung rencana pembangunan PLTN.

Para peneliti mengungkapkan potensi cadangan bahan baku nuklir Indonesia yang melimpah, mencakup 89.000 ton uranium dan 143.000 ton thorium. Selain itu, ilmuwan dalam negeri dilaporkan telah berhasil memurnikan kadar uranium hingga mencapai 60 persen.

Selain sektor nuklir, BRIN turut memamerkan berbagai invensi di ranah kedirgantaraan, ketahanan air, lingkungan hidup, transportasi, perumahan, hingga pemenuhan gizi lewat penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG), pangan, serta pertahanan keamanan.


Usai menyusuri stan pameran, Presiden Prabowo memberikan pengarahan khusus (taklimat) kepada 150 peneliti BRIN. Pertemuan ini dinilai Prasetyo sebagai momentum krusial untuk mengonsolidasikan seluruh potensi dan sumber daya riset nasional agar tepat sasaran.
 
"Tujuannya hanya satu, yaitu mengonsolidasikan dan menajamkan riset kita dengan tujuan untuk menghasilkan riset-riset yang langsung berdampak dan bisa menyelesaikan problem-problem yang dihadapi bangsa kita," tegas Prasetyo.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close