Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.
Adapun rupiah tercatat menguat 87 poin atau 0,49 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS.
Menurutnya, dolar AS tertekan setelah data pekerjaan AS, khususnya non-farm payrolls (NFP) yang dirilis pada Jumat lalu, berada jauh di bawah ekspektasi pasar.
Baca juga: Rupiah Pekan Depan Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.780-Rp18.020 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Melemah ke Rp17.935 per Dolar AS Seiring Memanasnya Konflik Timur Tengah
Ia menyebut kondisi tersebut turut mendorong penurunan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP pada hari Jumat yang jauh lebih lemah dari harapan memicu menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 10 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Lukman menilai penguatan rupiah masih berpotensi tertahan oleh ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Ketidakpastian pembukaan kembali selat Hormuz bisa menahan penguatan," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diproyekai bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Mata uang Rupiah dan Dolar AS/ist