HUT ke-49 Pasar Modal, ETF Emas Resmi Meluncur di BEI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 13:23
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bursa Efek Indonesia (BEl) resmi meluncurkan exchange traded fund (ETF) Emas dalam acara peringatan diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia ke-49 tahun, Senin 10 Agustus 2026.. Bursa Efek Indonesia (BEl) resmi meluncurkan exchange traded fund (ETF) Emas dalam acara peringatan diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia ke-49 tahun, Senin 10 Agustus 2026.. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta -  Bursa Efek Indonesia (BEl) resmi meluncurkan exchange traded fund (ETF) Emas dalam acara peringatan diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia ke-49 tahun, Senin 10 Agustus 2026..

Peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat peran pasar modal dalam mendukung pembiayaan ekonomi dan meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional.

“Peringatan ini momentum untuk menjaga kepercayaan para investor terhadap perekonomian dan pasar keuangan internasional dan nasional, karena pasar modal selalu merupakan proksi ekonomi yang dilihat oleh para investor, terutama pada saat-saat yang sangat strategis,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Kinerja perekonomian tersebut menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 tercatat 5,29 persen (yoy), sementara secara Semester I-2026 tumbuh 5,45 persen.

Baca juga: Airlangga Ungkap Jurus Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

Capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang berada di kisaran 3 persen. Realisasi investasi juga mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2 persen (yoy).

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembiayaan ekonomi, Pemerintah memandang pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan. Pembiayaan ekonomi pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp7.400 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp9.200 triliun pada 2029.

Dalam konteks tersebut, Pemerintah mendorong diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui pengembangan instrumen seperti Panda Bond dan Samurai Bond.

“Jadi kalau ini adalah momentum kita juga untuk diversifikasi daripada pinjaman. Nah ini mungkin beberapa yang bisa didorong selain Panda Bond, tentu Samurai Bond. Jadi kalau kita bisa dorong diversifikasi tentu akan lebih baik,” ungkap Menko Airlangga.

Kepercayaan terhadap fundamental Indonesia juga tetap kuat. Seluruh sovereign rating Indonesia berada pada kategori investment grade, dengan S&P pada level BBB/A-2, Fitch BBB, Moody’s Baa2, serta R&I dan JCR BBB+. Selain itu, penerbitan Panda Bond Indonesia memperoleh rating AAA dari Lianhe Credit Rating.

Pemerintah terus mendorong pengembangan produk investasi baru untuk memperdalam pasar keuangan Indonesia. Salah satunya melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas yang diharapkan dapat memperluas pilihan investasi sekaligus meningkatkan likuiditas.

Baca juga: Airlangga Bantah Gelombang PHK, Sebut Jumlah Pekerja Baru Jauh Lebih Banyak

Pemerintah mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan yang menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas.

Pengembangan produk tersebut juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara manajer investasi, bank kustodian, bank bulion, dealer, dan bursa efek.

Penguatan pasar modal juga terus didukung melalui berbagai reformasi untuk meningkatkan kredibilitas, inovasi, dan daya saing sektor keuangan.

Pemerintah berharap pengembangan produk dan ekosistem pasar modal, termasuk ETF emas serta agenda demutualisasi, dapat semakin memperdalam sektor keuangan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembiayaan ekonomi nasional.

HIGHLIGHT

x|close