Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa 11 Agustus 2026.
Adapun rupiah turun 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Menurutnya, ketegangan geopolitik di kawasan tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Selasa 11 Agustus 2026.
Baca juga: Rupiah Senin Menguat ke Level Rp17.810 per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Pekan Depan Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp17.780-Rp18.020 per Dolar AS
Selain itu, Lukman menilai pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan ekonomi domestik, khususnya data penjualan ritel.
Menurutnyaa investor saat ini menantikan data penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan tumbuh sebesar 1,8 persen. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang akan dicermati pasar untuk melihat kondisi konsumsi domestik.
"Dari domestik, inbestor menantikan data penjualan ritel yang diperkirakan akan tumbuh 1,8 persen," lanjutnya.
Nilai tukar rupiah pada hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Bank Syariah Indonesia, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. (Antara)