Restorasi Kabel Laut Palapa Ring Melonguane-Morotai Terkendala Cuaca

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 16:28
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Proses restorasi kabel laut Palapa Ring ruas Melonguane-Morotai terus dilakukan setelah kabel berhasil dibebaskan dari hambatan di dasar laut pada 6 Agustus 2026. Pekerjaan restorasi tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan. Proses restorasi kabel laut Palapa Ring ruas Melonguane-Morotai terus dilakukan setelah kabel berhasil dibebaskan dari hambatan di dasar laut pada 6 Agustus 2026. Pekerjaan restorasi tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan.

Ntvnews.id, Jakarta -Proses restorasi kabel laut Palapa Ring ruas Melonguane-Morotai masih berlangsung dengan menghadapi sejumlah tantangan teknis dan kondisi cuaca di lapangan. Upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, kapal, dan peralatan.

Dalam keterangannya melalui akun Instagram resmi @bakti.komdigi, dilansir Selasa, 11 Agustus 2026, BAKTI Komdigi menjelaskan bahwa proses pengangkatan kabel pada tahap awal menghadapi kendala berupa tegangan tinggi atau high tension. Kondisi tersebut terjadi karena kabel tersangkut objek yang berada di dasar laut.

Tim restorasi kemudian melakukan evaluasi dan langkah mitigasi untuk mengatasi hambatan tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni proses dredging atau pengerukan guna membebaskan kabel dari objek yang menghalangi proses pengangkatan.

Baca juga: Jelang Perayaan HUT RI, Kementerian Komdigi Ingatkan Publik Waspadai Penyebaran Hoaks

Setelah melalui proses tersebut, kabel akhirnya berhasil dibebaskan pada 6 Agustus 2026. Tim kemudian melanjutkan proses recovery dari sisi Morotai secara bertahap.

Namun, pekerjaan restorasi masih menghadapi tantangan lain berupa kondisi cuaca yang belum stabil. Peningkatan kecepatan angin dan gelombang laut membuat pekerjaan harus dihentikan sementara demi menjaga keselamatan seluruh personel serta memastikan kapal dan peralatan tetap dalam kondisi aman.

Penghentian sementara atau Stop Work dilakukan ketika kondisi laut tidak lagi memungkinkan pekerjaan dilanjutkan. Setelah cuaca kembali mendukung, tim dapat meneruskan pekerjaan secara bertahap.

Baca juga: TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Gerbang Digital Indonesia melalui Sistem Kabel Laut NCC

Meski demikian, perubahan kondisi cuaca yang kembali memburuk berpotensi membuat penghentian pekerjaan dilakukan berulang kali. Situasi tersebut turut memengaruhi estimasi waktu penyelesaian proses restorasi kabel laut.

Di tengah berbagai kendala tersebut, BAKTI Komdigi memastikan upaya percepatan restorasi tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan. Setiap tahapan pekerjaan juga dijalankan dengan memperhatikan standar Health, Safety, and Environment (HSE). Pertimbangan teknis dan keselamatan menjadi dasar dalam setiap keputusan operasional agar proses restorasi dapat berlangsung secara optimal dan terkendali.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BAKTI KOMDIGI (@bakti.komdigi)

HIGHLIGHT

x|close