Purbaya Ungkap Pembatasan Subsidi Pertalite Dilakukan Bertahap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 18:02
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan kepada media, di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat memberi keterangan kepada media, di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah tengah mengkaji penerapan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite. Kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sistem yang dimiliki PT Pertamina.

"Kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas," kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026, setelah menerima kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Purbaya menjelaskan masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 9 dan 10 nantinya dapat diarahkan untuk membeli BBM nonsubsidi. Pemerintah masih mempelajari sistem yang akan digunakan sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Ia mengatakan pengendalian subsidi BBM tidak langsung dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah berencana menerapkannya secara bertahap setelah seluruh sistem pendukung dinyatakan siap.

Baca JugaAirlangga Pastikan Harga BBM Bersubsidi Pertalite dan Bio Solar Tak Naik Hingga Akhir 2026

"Mungkin yang masuk desil 9-10. Supaya beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya," ujarnya.

Purbaya mengatakan kondisi harga minyak dunia yang masih berfluktuasi turut menjadi pertimbangan pemerintah. Menurutnya, langkah pengendalian subsidi diperlukan agar anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tetap terjaga hingga akhir 2026.

Selain persoalan subsidi BBM, pertemuan Purbaya dengan Bahlil juga membahas kondisi APBN. Kementerian ESDM menjadi salah satu kementerian yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman. Kan beliau (Kementerian ESDM) memberikan kontribusi yang besar untuk PNBP, jadi kita diskusi di situ. Kita juga mesti waspada terus dan menjaga serta memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun," katanya menambahkan. 

Baca JugaBahlil Temui Purbaya Bahas Penyaluran Subsidi BBM

Sebelumnya, Bahlil menemui Purbaya untuk membahas mekanisme penyaluran subsidi BBM agar lebih tepat sasaran.

"Tadi kita membahas juga pola subsidi (BBM) agar tepat sasaran," kata Bahlil.

Bahlil menilai penyaluran subsidi untuk produk minyak dan gas selama ini masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia mengatakan masyarakat yang tergolong mampu masih dapat menikmati BBM bersubsidi.

Karena itu, Bahlil bersama Purbaya membahas sistem penyaluran BBM dan produk gas agar subsidi energi yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah dapat diterima oleh masyarakat yang memang berhak.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close