Airlangga Bantah Tuduhan Indonesia Bantu China Hindari Tarif AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 18:27
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait laporan Amerika Serikat (AS) yang menuduh Indonesia masuk jaringan pengalihan barang atau transhipment untuk membantu China menghindari tarif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait laporan Amerika Serikat (AS) yang menuduh Indonesia masuk jaringan pengalihan barang atau transhipment untuk membantu China menghindari tarif. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait laporan Amerika Serikat (AS) yang menuduh Indonesia masuk jaringan pengalihan barang atau transhipment untuk membantu China menghindari tarif.

Airlangga menegaskan pemerintah Indonesia tidak pernah dilibatkan maupun diberitahu mengenai studi yang menjadi dasar tudingan tersebut.

Dalam laporan tersebut, Indonesia diasumsikan masuk dalam kategori atau Tier 2 bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam. Negara-negara tersebut dijelaskan sebagai kawasan manufaktur yang terintegrasi dengan China dan mengekspor sejumlah produk termasuk plastik dan turunannya ke AS.

"Pertama Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberitahu mengenai adanya studi ini. Dan kedua Indonesia dituduh bersama Brazil, Malaysia, Thailand, Turki, Vietnam yang masuk di dalam global untuk transhipment kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar," ucap Airlangga, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca juga: Airlangga Sebut Peremajaan Sawit Rakyat Penting untuk Kejar Kebutuhan B50

"Indonesia ditempatkan di Tier 2, diasumsikan masuk tier 2, di mana merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan ekspornya ke Amerika, terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya," lanjutnya.

Dalam hal ini, Airlangga menegaskan kawasan industri di Batam dan Bekasi telah beroperasi sejak tahun 1990an dan Industri berbasis plastik di dalam negeri sebagian besar merupakan perusahaan nasional.

Ia pun membantah anggapan bahwa industri plastik Indonesia menggunakan barang dari negara lain untuk kemudian diproses dan diekspor ke AS sebagai upaya menghindari tarif.

Airlangga mengatakan kebutuhan bahan baku plastik di dalam negeri telah dapat dipenuhi melalui produksi domestik, antara lain oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Lotte Chemical.

"Jadi tidak benar ini menggunakan transhipment dari negara lain untuk memproses," jelasnya.

Baca juga: Airlangga: Lokasi Pusat Finansial Internasional di Bali Masih Dievaluasi

Lebih lanjut, Airlangga menyebut sebagian besar produk kemasan plastik yang diproduksi di Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebagian lainnya diekspor ke negara-negara sekitar Indonesia

"Plastik packagingnya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitaran, tetapi bukan ke Amerika Serikat. Jadi kita tidak perlu khawatir dengan studi. Namun kami juga tegaskan bahwa studi ini merupakan studi yang berdasarkan anggapan atau asumsi. Jadi apa yang terjadi sebetulnya tidak seperti apa yang mereka asumsikan," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close