Ntvnews.id, Jakarta - Juru Bicara Ekonomi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fithra Faisal Hastiadi menilai pidato Presiden Prabowo Subianto pada 14 Agustus 2026 memberikan sentimen positif terhadap pasar modal Indonesia.
Fithra mengatakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan tajam setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
"Pada 14 Agustus, IHSG menanjak tajam sekitar pukul 14.30 ketika Presiden Prabowo menyampaikan pidato RAPBN 2027, lalu melonjak lagi menjelang penutupan hingga 6.401,89. Hari itu IHSG naik 1,59 persen," ucap Fithra, Jumat 21 Agustus 2026..
Lebih lanjut, dalam lima hari perdagangan terakhir IHSG telah menguat sekitar 3,8 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Naik ke Level 6.524 pada Perdagangan Jumat Pagi
Meski pergerakan pasar dipengaruhi berbagai faktor, Fithra menilai momentum penguatan IHSG yang terjadi bertepatan dengan pidato Presiden menunjukkan adanya dorongan optimisme investor.
"Tentu pasar dipengaruhi banyak faktor. Namun, waktunya menunjukkan pidato Presiden memberi dorongan kuat pada optimisme investor," lanjutnya.
Dalam hal ini, Fithra menyebut terdapat tiga kepastian utama yang ditangkap pasar dari pidato Presiden.
Pertama, terkait kondisi keuangan negara. Ia mengatakan pendapatan pemerintah pada semester I 2026 tumbuh 24 persen, sementara defisit anggaran tercatat hanya 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kemudian lembaga pemeringkat S&P Global Ratings mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Dedikasi Para Petugas HUT Kemerdekaan: Terus Bawa Semangat Merah Putih
Kedua, pemerintah dinilai tengah menyiapkan sejumlah mesin pertumbuhan baru.
Adapun beberapa program yang disoroti antara lain renovasi 10.000 puskesmas dan seluruh sekolah, pembangunan atau revitalisasi 440 rumah sakit umum daerah (RSUD), pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW), serta program satu juta motor listrik.
Pemerintah juga mendorong optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama sektor swasta, proyek Danantara dan pembangunan Indonesia Financial Center.
Ketiga, reformasi pasar modal dan bursa. Fithra menyebut pemerintah mendorong peningkatan transparansi pemilik manfaat, penetapan batas minimum saham publik sebesar 15 persen, penyesuaian dengan standar MSCI, serta demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurutnya, reformasi tersebut dapat memperkuat tata kelola pasar modal, meningkatkan likuiditas, serta memperbesar kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.
Selain itu, pemerintah menargetkan efisiensi pengadaan hingga 30 persen dan mendorong pembangunan bursa komoditas Indonesia.
"Pasar melihat APBN di bawah komando Presiden yang disiplin, kebijakan-kebijakan pendongkrak PDB yang konkret, serta harapan pasar modal yang semakin transparan serta kompetitif," tutupnya.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 20 (Antara)