BP BUMN dan Danantara Bangun Standar SDM Terpadu di Seluruh BUMN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 21:27
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara tengah menyiapkan sistem sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk seluruh badan usaha milik negara (BUMN) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transformasi perusahaan negara.

Sistem tersebut dirancang untuk menciptakan standar pengelolaan SDM yang profesional, terukur, serta mengutamakan prinsip meritokrasi.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan sistem tersebut adalah menyusun standar grading system yang dapat digunakan bersama oleh seluruh BUMN.

"Menurut saya yang paling susah itu membuat grading system versi kita dulu. Kita boleh benchmark, tetapi versi kita yang utama. Kita mulai dari nol dan menentukan terlebih dahulu grading system yang kita mau seperti apa," ujar Dony dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, seluruh BUMN nantinya diarahkan untuk menggunakan single grading system sebagai pedoman dalam pengelolaan SDM. Sistem tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan SDM, jenjang karier hingga job value.

Baca Juga: Optimalisasi Lahan BUMN Dukung Penyediaan Hunian Terjangkau di Tengah Kota

Adanya standar yang sama diharapkan dapat membuat proses penilaian jabatan, kompetensi, dan kontribusi setiap talenta di lingkungan BUMN menjadi lebih konsisten.

Untuk membahas rencana tersebut, Dony menggelar rapat internal mengenai pengembangan sistem SDM BUMN yang lebih terpadu. Dalam rapat itu, ia kembali menekankan perlunya standar grading system yang dapat menjadi rujukan seluruh perusahaan pelat merah.

Menurut Dony, penyusunan standar perlu diawali dengan membuat sistem versi bersama. Setelah itu, sistem tersebut dapat dibandingkan dengan praktik yang selama ini telah diterapkan di masing-masing BUMN.

Ia menegaskan proses standardisasi harus dilakukan secara cermat agar sistem yang dihasilkan dapat diterapkan secara konsisten, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan skala setiap BUMN.

Tahapan pengembangannya meliputi penyusunan sistem, assessment, kalibrasi, hingga penerapan secara bertahap.

Baca Juga: wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian

Melalui standardisasi tersebut, BP BUMN dan Danantara berharap dapat membentuk ekosistem karier yang lebih profesional, transparan, dan kompetitif di seluruh BUMN.

Penerapan single grading system juga diharapkan mampu memastikan pengelolaan talenta dilakukan secara objektif dan terukur. Dengan demikian, talenta terbaik memiliki kesempatan yang setara untuk mengembangkan karier berdasarkan kompetensi, kinerja, dan kontribusi masing-masing.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close