BATIC 2026: Saatnya Menangkap Peluang Bisnis dari Ekosistem Digital Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 11:54
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Telkom Group kembali menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8).  Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”, ajang ini mempertemukan para pemimpin industri, hyperscaler, hi Telkom Group kembali menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/8). Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”, ajang ini mempertemukan para pemimpin industri, hyperscaler, hi

Ntvnews.id, Jakarta -Ekosistem digital global terus berkembang, dan kebutuhan bisnis terhadap konektivitas, cloud, data center, keamanan, serta infrastruktur digital semakin besar.

Di tengah momentum tersebut, Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 hadir bukan sekadar sebagai forum industri, tetapi sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan bisnis dengan peluang kolaborasi lintas negara.

Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 yang digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”.

Perhelatan ini mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara, sekaligus menghasilkan lebih dari 4.200 agenda business meeting.

Angka tersebut menunjukkan bahwa BATIC semakin berkembang sebagai business platform dengan kualitas engagement yang kuat. Bagi pelaku industri, pertemuan ini membuka kesempatan untuk menemukan partner baru, memperluas jaringan global, serta mengeksplorasi solusi digital yang dapat menjawab kebutuhan bisnis yang terus berubah.

Baca juga: BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik

Dari AI hingga Infrastruktur Digital: Kebutuhan Bisnis Makin Terhubung

Pesatnya adopsi Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital. AI membutuhkan kapasitas data dan bandwidth yang semakin besar, sementara perusahaan juga membutuhkan konektivitas yang stabil, cloud yang scalable, keamanan digital, serta infrastruktur yang mampu mendukung operasional lintas negara.

Kondisi ini menciptakan peluang baru bagi perusahaan untuk membangun ekosistem digital yang lebih terintegrasi.

BATIC 2026 mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, technology provider, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital untuk membahas bagaimana konektivitas dan infrastruktur digital dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik.

Dengan demikian, BATIC tidak lagi hanya berbicara mengenai industri telekomunikasi. Fokusnya semakin dekat dengan kebutuhan nyata enterprise dan pelanggan B2B: bagaimana teknologi dapat membantu bisnis tumbuh lebih cepat, terhubung lebih luas, dan beroperasi lebih efisien.

TelkomGroup Perkuat Posisi sebagai Partner Digital Global

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa kolaborasi merupakan fondasi penting dalam menangkap peluang ekonomi digital yang semakin terhubung.

Baca juga: BATIC 2026: Membuka Jalan Menuju Masa Depan AI, Konektivitas, dan Infrastruktur Digital

Menurut Dian, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. Potensi tersebut perlu didukung oleh infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang kuat.

“BATIC 2026 hadir sebagai panggung kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem tersebut dan menciptakan nilai yang lebih besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan dan dunia,” ujar Dian.

Pesan tersebut mempertegas posisi TelkomGroup yang tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga membangun digital infrastructure ecosystem untuk mendukung kebutuhan bisnis di Indonesia maupun pasar internasional.

Bagi pelanggan dan partner B2B, hal ini berarti semakin terbuka peluang untuk mendapatkan solusi melalui ekosistem TelkomGroup yang memiliki jangkauan nasional sekaligus konektivitas internasional. 

Kabel Laut Jadi Fondasi di Tengah Ledakan Data dan AI

Pertumbuhan AI dan data center turut meningkatkan kebutuhan terhadap kapasitas bandwidth internasional. Dalam konteks ini, infrastruktur kabel laut menjadi salah satu fondasi penting bagi konektivitas digital global.

Baca juga: Ignite by Igloo Targetkan Pertumbuhan 3 Kali Lipat pada 2026, Ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi

Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba mengatakan TelkomGroup terus memperkuat infrastruktur konektivitas internasional, termasuk melalui bisnis kabel laut yang berkembang signifikan.

“Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan,” kata Budi.

Bagi dunia usaha, penguatan infrastruktur tersebut menjadi semakin relevan karena kebutuhan konektivitas tidak lagi terbatas pada koneksi antarkantor. Perusahaan kini membutuhkan akses yang andal ke cloud, data center, platform digital, partner, dan pelanggan di berbagai negara.

Di sinilah kapabilitas Telin menjadi strategis sebagai perpanjangan TelkomGroup untuk menggarap bisnis B2B internasional dan melayani pelanggan global.

Hadirkan ignitePRO untuk Menjawab Kebutuhan Enterprise

Salah satu terobosan BATIC 2026 adalah hadirnya ignitePRO, executive conference yang secara khusus membahas transformasi enterprise di era Autonomous AI.

Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO mempertemukan para pemimpin bisnis dan teknologi untuk membahas implementasi AI, cloud, cybersecurity, governance, serta infrastruktur digital.

Baca juga: TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan Hingga Rp1,3 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Kehadiran ignitePRO memperluas relevansi BATIC dari konektivitas menuju kebutuhan transformasi bisnis secara menyeluruh. BATIC 2026 menjadi salah satu ruang untuk menjawab pertanyaan tersebut melalui kolaborasi antara technology provider, connectivity provider, hyperscaler, enterprise, dan berbagai pemain ekosistem digital.

4.200 Business Meetings, 1 Pesan Penting: Peluang Kolaborasi Semakin Besar

CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menilai perjalanan BATIC selama 11 tahun menunjukkan evolusi konferensi ini menjadi platform kolaborasi regional yang semakin berpengaruh.

Tahun ini, lebih dari 4.200 business meeting menjadi indikator kuat bahwa BATIC telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan kebutuhan dan kapabilitas bisnis secara langsung.

“Kami optimistis BATIC 2026 dapat mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis baru dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemain di ekosistem digital,” jelas Ansyori.

Bagi Telin dan TelkomGroup, momentum ini sekaligus memperkuat positioning sebagai partner bagi perusahaan yang ingin memperluas konektivitas dan kapabilitas digitalnya, baik di Indonesia maupun secara global.

Indonesia sebagai Hub Pertumbuhan Digital Asia Pasifik

Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia memiliki posisi strategis dalam ekosistem digital Asia Pasifik. Letak geografis, besarnya pasar, serta perkembangan infrastruktur digital membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi hub konektivitas dan pertumbuhan digital kawasan. 

Baca juga: Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026

Melalui BATIC 2026, Telin dan TelkomGroup mempertemukan para pemain global untuk membangun konektivitas yang lebih kuat, membuka peluang bisnis baru, dan menciptakan ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

Bagi dunia bisnis, pesannya jelas: pertumbuhan digital membutuhkan konektivitas yang tepat, infrastruktur yang kuat, dan partner yang mampu menghubungkan bisnis dengan ekosistem global.

Dan melalui BATIC 2026, Telin kembali menunjukkan bahwa TelkomGroup siap menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

HIGHLIGHT

x|close