Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperkuat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha produktif.
Hingga Juli 2026, BRI mencatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno K mengatakan penyaluran KUR sepanjang Januari hingga Juli 2026 tersebut tetap dilakukan dengan menjaga kualitas aset.
"Tahun ini dari Januari hingga Juli BRI sudah menyalurkan kur sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur dengan aset quality yang terjaga dengan baik," ucap Viviana dalam Press Conference Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II Tahun 2026, Senin, 31 Agustus 2026.
Baca juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif
Lebih lanjut, penyaluran KUR didominasi sektor-sektor produktif yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional.
Dalam hal ini, sektor pertanian menjadi penerima terbesar penyaluran KUR BRI dengan porsi mencapai 42,68 persen dari total penyaluran.
"Penyaluran KUR ini didominasi oleh sektor-sektor produktif yang memiliki peran strategis terhadap perekonomian nasional, seperti misalnya sektor pertanian menjadi penerima terbesar atau setara dengan 42,68 persen dari total penyaluran," lanjutnya.
Baca juga: Bank BRI Tawarkan BRIguna Bagi Para Pensiunan
Seperti diketahui, BRI membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp31,2 triliun pada semester I 2026.
Adapun tumbuh 17,5 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp26,53 triliun.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno K