Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun hingga Juni 2026.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno K mengatakan angka tersebut setara dengan hampir 90 persen dari total target penyaluran KPP BRI sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp12 triliun.
"BRI juga konsisten memperkuat ekosistem penyediaan hunian melalui penyaluran kredit program perumahan atau KPP alias KUR perumahan," ucap Viviana dalam Press Conference Pemaparan Kinerja BRI Triwulan II Tahun 2026, Senin 31 Agustus 2026.
Baca juga: Bank BRI Gelar Imlek Prosperity 2026 untuk Sambut Tahun Kuda Api dengan Pengalaman Eksklusif
"Hingga Juni 2026 realisasi KPP BRI tercatat sebesar Rp10,7 triliun atau hampir 90 persen dari total target penyaluran KPP BRI sebesar Rp12 triliun," lanjjutnya.
Menurutnya, penyaluran KPP tersebut mencakup pembiayaan bagi pelaku usaha dari sisi penyediaan hunian serta pembiayaan masyarakat dari sisi permintaan.
Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan hunian, tetapi juga mendukung pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan rumah.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) sebesar Rp18,4 triliun hingga Juni 2026, pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 134 ribu debitur.
Baca juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp31,2 Triliun Semester I 2026, Tumbuh 17,5 Persen
"Per Juni 2026 KPRS BRI telah menyalurkan sebesar Rp18,4 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur," jelasnya.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno K