Ntvnews.id, Jakarta -Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 melalui Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2026 untuk merespons pergeseran dinamika pasar kerja nasional maupun internasional yang bergerak cepat.
"Pemutahiran KBJI ini menjadi penting untuk menjawab dinamika pasar kerja yang semakin cepat, termasuk munculnya digital jobs dan green jobs," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat meluncurkan KBJI 2026 di Jakarta, Jumat (18/9).
Penyusunan standar baru hasil kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini memetakan seluruh jenis pekerjaan berdasarkan uraian tugas ke dalam 10 golongan pokok. Penataan dan kodifikasi dilakukan secara bertingkat, mulai dari kelompok umum hingga unit jabatan yang lebih spesifik.
Amalia menjelaskan bahwa struktur baku tersebut memungkinkan pengumpulan serta penyajian data jabatan berlangsung secara konsisten, sehingga memudahkan pembandingan data lintas wilayah, lintas waktu, hingga taraf internasional. KBJI 2026 ini merujuk pada standar International Standard Classification of Occupations (ISCO-08) milik International Labour Organization (ILO) melalui ILOSTAT yang mengelompokkan jenis pekerjaan berpatokan pada tingkat serta spesialisasi keterampilan.
"Dengan demikian, KBJI 2026 menjembatani standar internasional dengan kebutuhan nasional sekaligus menjadi acuan untuk menghasilkan data jabatan yang lebih konsisten, relevan, dan dapat dianalisis," tuturnya.
Pembaruan yang menjadi pemutakhiran pertama sejak 2014 ini juga diperlukan untuk mendukung standardisasi, integrasi, dan keperbandingan statistik ketenagakerjaan, sekaligus menjadi rujukan tunggal bagi kegiatan sensus, survei, serta integrasi data aktualisasi lintas sektor.
Selain memperbarui klasifikasi yang sudah ada, pemutakhiran ini merekam munculnya berbagai profesi baru di berbagai bidang. Di sektor pariwisata, hadir jabatan seperti ahli cagar budaya, edukator museum, hingga terapis spa, sementara di sektor kesehatan muncul dokter spesialis bedah plastik. Di bidang ekonomi kreatif, terakomodasi profesi baru seperti pembuat konten layanan berbagi video dan desainer fesyen. Sektor green jobs kini mencakup posisi spesifik seperti analis cadangan biomassa karbon, sedangkan di ranah digital jobs bermunculan peran baru meliputi analis kriptografi, spesialis keamanan siber, hingga perancang antarmuka web dan digital.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berfoto bersama dalam peluncuran Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Antara)