Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin 21 September 2026.
Adapun Rupiah turun 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.783 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.758 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut seiring meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi AS didorong oleh prospek kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
Baca juga: Rupiah Pekan Depan Berpotensi Sentuh Rp18 Ribu per Dolar AS
Baca juga: Rupiah Jumat Pagi Menguat Rp17.743 per Dolar AS
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Senin 21 September 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap rupiah dan menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu 23 September 2026 mendatang.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Ilustrasi Rupiah (Antara)