MERAH PUTIH: Pengamat Sebut Purbaya Banyak Gebrakan, Tapi...

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 10:57
thumbnail-author
Ramses Manurung
Penulis & Editor
Bagikan
Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuaibi dalam program MERAH PUTIH di Nusantara TV Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuaibi dalam program MERAH PUTIH di Nusantara TV

Ntvnews.id, Jakarta - Pencopotan Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan secara mendadak oleh Presiden dinilai tidak terlepas dari respons negatif pasar keuangan terhadap berbagai kebijakan dan pernyataannya. Pengamat Ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai bahwa Purbaya memang banyak membuat langkah atau gebrakan yang dianggapnya baik, namun justru direspons buruk oleh pasar.

"Dari mulai awal Pak Purbaya dilantik ini sudah banyak sekali gebrakan-gebrakan yang mungkin menurut Purbaya itu bagus tapi menurut pasar itu jelek," kata Ibrahim Assuaibi saat hadir sebagai narasumber dalam program MERAH PUTIH di Nusantara TV episode Jumat 18 September 2026. Diskusi juga menghadirkan tiga narasumber lain yaitu Tenaga Ahli Bakom RI Aditya Laksmana, Ekonom Senior Ferry Latuhihin dan Pengamat Kebijakan Publik Said Didu.

Salah satu kebijakan awal yang disorot oleh Ibrahim adalah penggelontoran dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke Bank Himbara. Meskipun langkah tersebut memberikan dampak yang bagus terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kebijakan itu pada saat yang sama memicu pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup signifikan.

Selain kebijakan anggaran, Ibrahim menyoroti pernyataan-pernyataan Purbaya yang dinilai kurang tepat di tengah tren penurunan bursa saham global. Salah satunya adalah klaim Purbaya yang menyebut IHSG akan menembus level 10.000, padahal pasar global sedang mengalami koreksi akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak mentah di atas 100 dolar AS.

"Purbaya sendiri mengatakan bahwa akan menuju level 10.000 tetapi indeks harga saham gabungan secara global ini sedang turun," ujar Ibrahim.

Baca juga: Perdana Pimpin Konpers APBN Kita, Menkeu Suahasil Pamer Gaya Jempol

Pernyataan tersebut beserta dinamika pasar memicu lembaga pemeringkat internasional seperti MSCI untuk melakukan riset, yang berujung pada pembekuan dan penurunan rating bursa saham Indonesia hingga membuat IHSG melorot tajam.

Lebih lanjut, Ibrahim membandingkan figur Purbaya dengan penggantinya, Suahasil Nazara. Ia menilai Purbaya lebih condong mengedepankan aksi pencitraan dan banyak berbicara di publik, sementara pasar keuangan memerlukan sosok bendahara negara yang tenang dan fokus bekerja.

"Pak Purbaya kan berbeda sekali sosoknya, mereka memang ada bahwa pencitraan itu lebih tinggi yang dilakukan oleh Purbaya," tegas Ibrahim.

Sebaliknya, pasar merespons positif penunjukan Suahasil Nazara karena rekam jejaknya sebagai pejabat karier berpengalaman yang telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak tahun 2019 di era Sri Mulyani hingga Purbaya. Suahasil dinilai benar-benar memahami kondisi riil APBN dan perekonomian nasional.

"Pak Suahasil ini benar-benar mengetahui kondisi yang sebenarnya. Intinya bahwa Pak Suahasil itu bukan kayak Pak Purbaya, Pak Suahasil ini langsung mereka adalah bekerja dan tidak banyak berbicara," pungkas Ibrahim.

x|close