Proyeksi IHSG Selasa 22 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada ASII dan BBNI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 09:56
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. 

IHSG pada penutupan perdagangan Senin 21 September 2026 melanjutkan koreksinya sebesar 0,88 persen ke 6,384 dan masih didominasi tekanan jual.

MNC Sekuritas menyebut Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam.

"Kami perkirakan, IHSG masih berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) pada label hitam sehingga IHSG masih rawan menguji kembali 6.290-6.370," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Baca juga: IHSG Bergerak Dua Arah, Melemah ke Level 6.416

Baca juga: Proyeksi IHSG Senin 21 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada TLKM dan BBCA

Meski demikian, terdapat peluang penguatan apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.370. 

Dalam skenario tersebut, IHSG berpeluang bergerak naik menuju rentang 6.541-6.581.

Adapun level support IHSG berada di 6.371 dan 6.279. Sementara itu, level resistance berada di 6.585 dan 6.633.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham yang dapat dicermati diantaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

ASII

ASII terkoreksi ke 4,820 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun masih tertahan oleh MA20. Diperkirakan, posisi ASII saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam.

Trading Buy: 4,790-4,820
Target Price: 4,990, 5,200
Stoploss: below 4,770

BBNI

BBNI terkoreksi 0,82 persen ke 3,620 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun tertahan oleh MA60. Diperkirakan, posisi BBNI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b].

Buy on Weakness: 3,440-3,550
Target Price: 3,720, 3,880
Stoploss: below 3,400

DEWA

DEWA terkoreksi 1,62 persen ke 364 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, diperkirakan posisi DEWA sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 334-352
Target Price: 396, 434
Stoploss: below 326

HRTA

HRTA terkoreksi 3,18 persen ke 2,130 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi HRTA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [a] pada label hitam.

Buy on Weakness: 2,040-2,100
Target Price: 2,250, 2,380
Stoploss: below 2,000.

x|close