Menkeu Suahasil Ungkap Syarat Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen Tahun Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 18:02
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
April
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih kuat.  Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih kuat.

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih kuat. 

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, investasi perlu tumbuh sekitar 7 persen. Karena itu, diperlukan sinergi berbagai elemen dalam perekonomian, termasuk APBN, Danantara, dan sektor swasta, untuk mendorong investasi dan memperbesar kapasitas ekonomi.

“Untuk tahun depan kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen, dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7 persen. Kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama.” ucap Suahasil, Rabu 23 September 2026.

Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh belanja pemerintah. APBN perlu diarahkan pada titik-titik strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, termasuk melalui dukungan terhadap konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Baca juga: BI Ungkap Nasib Uang Rp100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Usai Pergantian Menkeu

Pada semester I 2026, pertumbuhan investasi tercatat sebesar 6,87 persen. Angka tersebut menunjukkan perkembangan positif, tetapi peningkatan investasi tetap diperlukan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam kerangka tersebut, APBN memiliki peran sebagai fiscal enabler. Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung kegiatan prioritas pembangunan sekaligus menciptakan kondisi yang mendorong dunia usaha dan investasi. 

Peran tersebut antara lain dilakukan melalui belanja yang lebih terarah, peningkatan kualitas belanja, serta pemberian insentif perpajakan pada titik-titik yang memberikan manfaat bagi perekonomian.

“APBN tentu harus terus menjadi fiscal enabler. Kalau kita belanja, kita memiliki belanja yang seperti titik refleksi tadi, titik akupunktur tadi. Kalau kita melakukan pajak, memungut pajak, pajak itu kita pungut dari yang betul-betul menghasilkan. Tapi di sisi lain, adanya insentif pajak, APBN juga bisa memberikan insentif pajak.” pungkas Menkeu.

Selain APBN, Pemerintah mendorong penguatan peran Danantara sebagai investment catalyst untuk mempercepat investasi. Danantara diharapkan dapat mengombinasikan kemampuan negara melalui badan usaha milik negara dengan peran sektor swasta dalam mendukung investasi strategis.

Sektor swasta tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan melalui investasi, pengembangan usaha, dan penciptaan aktivitas ekonomi. 

Baca juga: Utang BLBI Lunas, Menkeu Suahasil Tegaskan Terus Kejar Hak Tagih Obligor BLBI

Sinergi antara APBN, Danantara, dan sektor swasta tersebut diarahkan untuk mendukung program-program prioritas, antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, serta industrialisasi.

Pemerintah juga mengidentifikasi sejumlah sektor yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur digital, elektrifikasi, sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, dan energi terbarukan. 

Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan domestik yang kuat dan berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

x|close