Ntvnews.id, Jakarta - Director PT Astra Digital Mobil (OLX) Agung Iskandar menyampaikan bahwa ketersediaan mobil bekas berbasis kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan hybrid di Indonesia saat ini masih relatif terbatas.
Agung mengungkapkan kondisi ini terjadi karena sebagian besar kendaraan elektrifikasi yang baru dipasarkan.
Ia mengatakan, masyarakat Indonesia umumnya mengganti kendaraan setelah tiga hingga tujuh tahun penggunaan.
Karena itu, kendaraan listrik yang baru banyak diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir belum seluruhnya masuk ke pasar mobil bekas.
"Tren bekas mobil EV mungkin saya kasih sedikit cerita ya, datanya itu kalau di Indonesia orang ganti mobil dari baru ke bekas itu umumnya di 3 sampai 7 tahun. Jadi minimum pakai 3 tahun baru mulai banyak yang ganti mobil," ucap Agung dalam acara Astra Media Day, Rabu 23 September 2026.
Baca juga: Astra Perkuat Tiga Lini Bisnis Inti, Apa Saja?
Menurutnya kondisi ini membuat pasokan mobil EV dan hybrid di pasar kendaraan bekas saat ini masih relative kecil. Terlebih, penjualan kendaraan listrik di Indonesia baru mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut, banyak model EV mulai diluncurkan di Indonesia pada 2022-2023. Dengan siklus kepemilikan kendaraan minimal tiga tahun, mobil-mobil tersebut baru mulai memasuki pasar bekas dalam jumlah terbatas.
Dalam kesempatan itu, ia memberi gambaran tersebut juga terlihat dari data iklan kendaraan di OLX.
Dari sekitar 100 ribu iklan kendaraan yang tersedia setiap bulan, porsi mobil EV dan hybrid masih berada di kisaran 1 persen.
"Kalau dari 100 ribu iklan berarti yang ada EV paling cuma seribu, jadi tidak banyak," ungkapnya.
Meski masih terbatas, Agung memproyeksi pertumbuhan pasar mobil bekas EV dan hybrid cukup besar dalam beberapa tahun mendatang.
Baca juga: DPR Mau Mobil Nasional Tak Senasib Esemka: Jangan Sampai Patah Hati Lagi!
Pasalnya, penjualan mobil listrik baru mengalami peningkatan signifikan pada 2024-2025.
"Mungkin beberapa tahun ke depan akan mulai pengalaman pertumbuhan yang signifikan karena masih ada gap, dari produk penjualan mobil baru, baru masuk ke pasar," tandasnya.
Tampak mobil listrik peserta PLN Mobile EVenture 2025 tengah melakukan pengisian daya di SPKLU Center Rest Area 275 A, Tegal, Jawa Tengah. (babel.antaranews.com/PLN) (Antara)