Kendalikan Inflasi, Kementerian ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 13:24
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Petugas SPBU melakukan pemindahan kode QR menggunakan alat khusus saat pengisian BBM subsidi jenis solar di kendaraan truk. Ilustrasi - Petugas SPBU melakukan pemindahan kode QR menggunakan alat khusus saat pengisian BBM subsidi jenis solar di kendaraan truk. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk pertalite dan biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026 demi menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil karena BBM bersubsidi memegang peranan vital sebagai komponen terbesar yang menopang aktivitas para nelayan serta petani.
 
"Yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar, dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan," ujar Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang disiarkan melalui kanal resmi Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (5/10).

Senada dengan hal tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keputusan untuk menahan harga energi bersubsidi merupakan langkah nyata pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah.
 
 
Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, dinamika harga minyak dunia terus dipantau secara berkala, namun pemerintah tetap menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai pertimbangan tertinggi di tengah konsekuensi fiskal yang ada.

Kepastian serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, stabilitas harga ini tetap dapat dipertahankan meskipun situasi global diwarnai ketidakpastian akibat konflik yang masih berlangsung di wilayah Rusia-Ukraina serta kawasan Selat Hormuz.
 
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia masih mampu meredam gejolak eksternal tersebut dengan mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai bantalan pelindung ekonomi nasional.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close