Lawan Isu Deforestasi, Franky Oesman Sebut Sawit Jadi Komoditas Paling Efisien

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Okt 2026, 18:10
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Co-Chair Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) Franky Oesman Widjaja merespons terkait iIndustri kelapa sawit kerap menghadapi isu deforestasi. Co-Chair Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) Franky Oesman Widjaja merespons terkait iIndustri kelapa sawit kerap menghadapi isu deforestasi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Co-Chair Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) Franky Oesman Widjaja merespons terkait iIndustri kelapa sawit kerap menghadapi isu deforestasi.

Dalam hal ini, Franky menilai kelapa sawit memiliki keunggulan dari sisi produktivitas dibandingkan komoditas penghasil minyak nabati lainnya.

"Pandangan bahwa ini industri sawit ini deforestasi dan sebagainya. Tapi kalau dilihat daripada produktivitas daripada kelapa sawit itu yang tertinggi di antara semua komoditas," ucap Franky, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurutnya dalam kondisi produktivitas yang optimal, satu hektare lahan kelapa sawit dapat menghasilkan sekitar 6-7 ton produk sawit per tahun.

Baca juga: Prabowo Puji Inovasi BBM dari Sawit

Sementara itu, Franky membandingkan produktivitas komoditas penghasil minyak nabati lainnya seperti kedelai atau soybean, hingga bunga matahari atau sunflower.

Ia menjelaskan, kedelai tidak seluruhnya menghasilkan minyak karena sebagian besar hasil produksinya berupa soybean meal yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan ternak.

"Nah kalau soybean itu hanya 0,5 minyaknya ya, sisanya kan dia adalah itunya apa soybean meal dan sebagainya, itu untuk peternakan," lanjutnya.

Franky menilai tingginya produktivitas tersebut menjadi salah satu keunggulan utama kelapa sawit. Sehingga kondisi tersebut merupakan potensi yang perlu dioptimalkan Indonesia.

"Ini anugerah Tuhan yang kita harus optimalkan," bebernya.

Baca juga: Jalankan Perintah Presiden, Menhut Segel Lahan Karhutla Ketapang yang Ditanami Sawit

Terkait tudingan deforestasi, Franky mengatakan isu tersebut perlu dilihat secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan produktivitas masing-masing komoditas serta kebutuhan lahan untuk menghasilkan minyak nabati.

Ia menilai kebutuhan lahan untuk komoditas minyak nabati lainnya dapat jauh lebih besar karena tingkat produktivitasnya lebih rendah dibandingkan kelapa sawit.

Franky menyebut luas lahan sawit yang digunakan di Indonesia berada di kisaran 16 juta hektare.

"Jadi pemakaian di Indonesia itu hanya 16 juta hektare. Kalau yang lain-lain itu ratusan juta, mungkin sudah 200 juta semua kalau digabungin ya hektare ya. Jadi produktivitas kita tinggi sekali," tandasnya.

x|close