Rupiah Rabu Pagi Menguat ke Rp17.866 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Cadev RI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 10:42
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) Ilustrasi - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dengan target rampung pada 2027. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.

Adapun rupiah naik 33 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.866 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan bergerak relatif datar terhadap dolar AS dengan peluang penguatan yang masih terbatas.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar terhadap dolar AS dengan potensi menguat terbatas," ucap Lukman kepada Ntvnews.id, Rabu 7 Oktober 2026.

Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.911 per Dolar AS

Menurutnya pergerakan rupiah hari ini terjadi di tengah sikap investor yang cenderung wait and see terhadap sejumlah sentimen penting dari dalam maupun luar negeri.

Lanjut kata Lukman, pelaku pasar masih menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pada siang hari ini.

Selain itu, investor juga mencermati risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau minutes FOMC yang akan dirilis pada malam hari.

"Investor cenderung wait and see, menantikan data cadev Indonesia siang ini dan risalah pertemuan FOMC malam ini," kata Lukman.

Kemudian indeks dolar AS terpantau mengalami koreksi seiring dengan penguatan kembali atau rebound mata uang euro. Kondisi tersebut turut memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak menguat terhadap dolar AS.

Baca juga: Rupiah Awal Pekan Dibuka Melemah ke Level Rp17.903 per Dolar AS

Untuk perdagangan dalam pekan ini, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksi rupiah berada di rentang Rp17.750-Rp18.050 per dolar AS.

"Perdagangan dalam pekan depan direntang Rp17.750-Rp18.050," ucap Ibrahim dalam kajiannya.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah pada pekan depan salah satunya akan dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya meningkatnya potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Spekulasi tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran dapat memanas setelah pemilihan umum paruh waktu AS pada November mendatang.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.

x|close