Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama pembangunan dengan Islamic Development Bank (IsDB) melalui peluncuran Strategi Kemitraan Negara Anggota Indonesia-IsDB (Member Country Partnership Strategy/MCPS) 2026–2030.
Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia, terutama melalui penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Peluncuran MCPS 2026–2030 digelar di Jakarta pada 8 Oktober 2026, bertepatan dengan kunjungan Presiden Grup IsDB, Dr. Muhammad Al Jasser. Suahasil menyambut kunjungan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan jangka panjang kedua pihak agar semakin selaras dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.
"Hari ini, kami juga meluncurkan Strategi Kemitraan Negara Anggota Indonesia-IsDB, atau MCPS, untuk periode 2026 hingga 2030. Ini menandai komitmen baru untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dan berkontribusi terhadap kemakmuran bersama di antara negara-negara anggota IsDB,” kata Suahasil dalam keterangannya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia mengatakan, Indonesia telah menunjukkan ketahanan dalam menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Namun, capaian tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, kualitas investasi, serta perluasan kesempatan bagi masyarakat.
Dalam hal ini, kerja sama dengan IsDB dinilai dapat mendukung agenda pembangunan melalui penyediaan pembiayaan, pengetahuan, dan pengalaman dari berbagai proyek pembangunan.
Suahasil menekankan, pengembangan konektivitas dan kapasitas produktif perlu berjalan seiring dengan investasi pada manusia. Karena itu, MCPS 2026–2030 disusun agar sejalan dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya di sektor infrastruktur dan SDM.
Menurut dia, keberhasilan strategi tersebut tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari peluang yang tercipta, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta kontribusinya terhadap kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan.
IsDB diharapkan dapat membantu memobilisasi investasi dan menyediakan keahlian yang diperlukan untuk menerjemahkan prioritas bersama menjadi manfaat pembangunan jangka panjang.
Presiden Grup IsDB Muhammad Al Jasser menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra terpenting lembaganya. Selain memiliki populasi Muslim terbesar di antara negara-negara anggota IsDB, Indonesia juga merupakan pemegang saham terbesar kelima di bank pembangunan multilateral tersebut.
Al Jasser mengapresiasi kepercayaan Indonesia yang telah melibatkan IsDB dalam sejumlah proyek infrastruktur penting. Ia menilai peluncuran MCPS 2026–2030 menjadi tonggak penting untuk memperluas kerja sama kedua pihak.
"Dengan meluncurkan MCPS, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk terus melakukan lebih banyak hal. MCPS memiliki nilai pembiayaan indikatif sekitar 2,56 miliar dolar AS, tetapi angka ini masih bersifat indikatif. Jika pelaksanaan proyek-proyek yang saat ini berada dalam pipeline berjalan dengan baik, nilai tersebut dapat ditingkatkan dan diperluas untuk mendukung lebih banyak proyek,” kata Al Jasser.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara tim teknis Indonesia dan IsDB untuk mempercepat pelaksanaan proyek yang telah masuk dalam daftar rencana pengembangan atau pipeline. Selain itu, usulan proyek baru perlu didokumentasikan dan dipersiapkan secara matang agar dapat ditindaklanjuti.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan peluncuran MCPS 2026–2030 merupakan tonggak penting dalam hubungan Indonesia dan IsDB yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.
Menurut Febrian, strategi tersebut merupakan MCPS keempat yang mencerminkan perkembangan kebutuhan pembangunan Indonesia sekaligus perubahan tantangan yang dihadapi.
"MCPS ini selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta dibangun berdasarkan dua prioritas: memperkuat infrastruktur untuk mendukung konektivitas, ketahanan, dan pembangunan industri, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan yang dibutuhkan untuk transformasi Indonesia. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Febrian.
Ia menambahkan, kemitraan Indonesia dengan IsDB ke depan perlu melampaui aspek pembiayaan. Menurutnya, IsDB dapat berkontribusi melalui transfer pengetahuan, teknologi, jaringan, dan pengalaman dari negara-negara anggotanya.
Di sisi lain, Indonesia juga memiliki pengalaman dan solusi pembangunan yang dapat dibagikan kepada negara berkembang lainnya. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui Kerja Sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation/SSC), sehingga kemitraan dengan IsDB tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia, tetapi juga mendukung pembangunan di negara lain.
Sebagai salah satu negara pendiri sekaligus pemegang saham IsDB, Indonesia memandang posisinya sebagai tanggung jawab dan peluang untuk mendorong pembangunan nasional serta memperkuat peran lembaga tersebut bagi seluruh negara anggota.
Indonesia juga berharap IsDB dapat terus meningkatkan kinerja, menyediakan pembiayaan yang lebih terjangkau, dan memperbesar dampak pembangunan yang dihasilkan.
Upaya memperkuat kontribusi Indonesia turut dilakukan melalui perluasan kesempatan bagi tenaga profesional Indonesia dan peningkatan kerja sama dengan berbagai lembaga. Perpaduan pengalaman pembangunan Indonesia dengan jangkauan internasional IsDB diharapkan dapat memperluas manfaat kemitraan bagi negara-negara anggota.
Menutup pernyataannya, Suahasil menyampaikan apresiasi kepada Presiden Grup IsDB, Bappenas, serta seluruh pihak yang berkomitmen memperkuat hubungan kedua pihak.
Peluncuran MCPS 2026–2030 diharapkan menjadi landasan bagi kerja sama yang lebih erat untuk memperluas kesempatan, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pemerataan kemakmuran.
"Kami berharap kemitraan ini dapat membuka lebih banyak peluang, meningkatkan kesejahteraan, dan membantu membangun masa depan dengan kemakmuran yang dirasakan secara lebih luas,” tutup Suahasil.*
Indonesia dan IsDB Perkuat Kemitraan Pembangunan melalui Strategi Kemitraan Negara Anggota (MCPS) 2026–2030