Ntvnews.id, Lombok - Gelaran MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar adu kecepatan di lintasan. Ajang balap motor kelas dunia ini juga menjadi momentum untuk mengukur seberapa besar perputaran uang yang dihasilkan, mulai dari sektor pariwisata hingga aktivitas usaha masyarakat.
Untuk memotretnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Survei Kajian Dampak Event MotoGP 2026.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pengukuran tidak hanya berfokus pada jumlah penonton, tetapi juga lama tinggal dan pola belanja wisatawan domestik maupun mancanegara.
"BPS melakukan pendataan di kawasan Mandalika bukan sekadar untuk menghitung berapa banyak penonton yang hadir, melainkan juga mengukur lama tinggal serta pola pengeluaran wisatawan, baik mancanegara maupun domestik," ujar Amalia, Sabtu (10/10/2026).
Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Survei Kajian Dampak Event MotoGP 2026. (Foto: Dok/Istimewa/BPS RI)
Menurut Amalia, dampak ekonomi MotoGP berpotensi meluas hingga ke berbagai destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), seperti Gili Tramena, Desa Wisata Sade, dan Senggigi. Bahkan, manfaat ekonominya dapat menjangkau daerah lain melalui rantai transportasi, akomodasi, kuliner, hingga perdagangan suvenir.
"Dampak ekonomi MotoGP tidak berhenti di sekitar sirkuit Mandalika atau bahkan di NTB saja. Mulai dari transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, hingga pembelian merchandise, semua melibatkan usaha dari daerah lain," jelasnya.
Untuk mengukur dampak tersebut, BPS melakukan survei pengunjung selama 9-11 Oktober 2026. Pendataan juga menyasar pelaku usaha, mulai dari hotel berbintang, hotel nonbintang, dan homestay hingga UMKM kuliner, penjual suvenir, penyedia transportasi, serta jasa pariwisata lainnya.
Baca Juga: Perekonomian Sejumlah Daerah Mampu Tumbuh Tinggi Berkat Inovasi dan Teknologi
Gelaran MotoGP Mandalika 2026 bukan sekadar adu kecepatan di lintasan. (Foto: Dok/Istimewa/BPS RI)
BPS turut mengkaji perubahan pendapatan, pengeluaran, dan penyerapan tenaga kerja pelaku usaha, termasuk membandingkan kondisi sebelum dan selama penyelenggaraan MotoGP.
Hasil survei akan dipadukan dengan data administratif dari sejumlah pihak, termasuk InJourney, PT Angkasa Pura, ASDP, dan asosiasi perhotelan.
Hasil kajian komprehensif dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan dirilis pada Maret 2027. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih utuh mengenai sejauh mana ajang olahraga internasional mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus menciptakan efek berantai bagi dunia usaha dan masyarakat. (*)
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti (kiri). (Foto: Dok/Istimewa/BPS RI)