BUMN dan Danantara Siapkan Rp581 Miliar untuk Transformasi RSPP Jadi Indonesia Hospital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 11:34
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria. Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara menyiapkan investasi sebesar Rp581 miliar untuk mentransformasi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Proyek ini akan menjadi percontohan peningkatan kualitas layanan kesehatan yang dikelola Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, RSPP akan dikembangkan menjadi Indonesia Hospital yang menjadi rumah sakit unggulan dan kebanggaan nasional.

“Ini jadi Indonesia Hospital. Jadi, jangan tanggung-tanggung. Maunya memang ini flagship-nya kita, kayak orang kalau ke Indonesia itu rumah sakit terbaik. Itu harusnya rumah sakit kita,” ujar Dony dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Transformasi RSPP menjadi langkah awal sebelum program serupa diterapkan pada 38 rumah sakit lain yang berada di bawah pengelolaan IHC. Rencana tersebut dibahas Dony bersama jajaran direksi IHC dalam pertemuan di Wisma Danantara.

Dony menegaskan, pembenahan RSPP perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mewujudkan arahan Presiden RI agar rumah sakit tersebut menjadi Indonesia Hospital sekaligus kebanggaan Indonesia.

Baca Juga: Danantara Tekankan Pelayanan Sebagai Kunci Daya Saing dan Keberlanjutan BUMN

Perubahan yang direncanakan meliputi peningkatan mutu pelayanan medis, pembaruan fasilitas, penguatan tenaga profesional, serta perbaikan pengalaman pasien.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, IHC berencana merekrut 40 dokter spesialis dalam dua tahun mendatang. Selain itu, sebanyak 70 dokter spesialis baru ditargetkan bergabung pada 2030.

Pembaruan tenaga kerja juga dinilai penting untuk membangun budaya kerja yang lebih baik di lingkungan rumah sakit.

“Kita perlu memulai rekrut dokter baru dan juga perawat baru dan pekerja baru. Kami memerlukan darah baru, darah muda, untuk transformasi budaya,” ujar Dony.

Dari aspek komersial dan keuangan, pengembangan RSPP didukung rencana investasi senilai Rp581 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur, memperbaiki alur pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta mengembangkan pengalaman layanan melalui fasilitas fisik dan digital.

Baca Juga: Prabowo Dukung Danantara dan TSFE Bentuk Joint Investment Fund, Dorong Investasi Proyek Strategis

Proses transformasi ini direncanakan berjalan selama 24 bulan. Namun, Dony meminta agar pelaksanaannya dipercepat sehingga seluruh pekerjaan dapat rampung pada pertengahan 2028.

Jajaran direksi IHC juga diminta menggandeng kontraktor profesional yang memiliki pengalaman dalam pembangunan dan renovasi rumah sakit. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan penyelesaian sesuai jadwal.

Melalui transformasi ini, RSPP diharapkan menjadi rumah sakit rujukan dengan standar nasional dan internasional. Pengembangannya juga ditargetkan menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di 38 rumah sakit lain yang dikelola IHC.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan layanan kesehatan BUMN dengan mengutamakan kualitas medis, keselamatan, dan pengalaman pasien.

(Sumber: Antara)

x|close