A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: preg_match(): Unknown modifier 'K'

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 265

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 265
Function: preg_match

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 164
Function: tag_link

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 60
Function: content

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung - Ntvnews.id

Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 22:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi beroperasi hari ini. Kehadiran gerai KDKMP di sejumlah daerah membawa kebahagiaan bagi warga karena kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

Mardiah (58), ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku selisih harga dengan warung di sekitar rumahnya cukup signifikan sehingga belanja menjadi lebih hemat, bahkan menyisakan uang untuk ditabung.

“Saya hari ini beli minyak sama gula. Saya sudah sering (beli di KDKMP), biasanya habis kegiatan suka mampir ke sini,” ujar Mardiah saat ditemui di KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026. Sejumlah komoditas subsidi, seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram (kg), dan pupuk, baru disalurkan dan kini dipantau ketersediaannya di KDKMP.

KDKMP Cipedak sudah buka sejak Agustus lalu, tetapi baru hari ini diluncurkan (grand launching) secara serentak di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Menurut Mardiah, harga barang di KDKMP lebih murah dibandingkan warung-warung dekat rumahnya. Harga yang terjangkau itu membuatnya memilih berbelanja di koperasi tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. “Karena di warung-warung dekat rumah itu lebih mahal. Di sini lebih murah. Sangat membantu, harganya sangat terjangkau,” katanya dengan senyum merekah.

Baca Juga: BULOG Dukung Penuh Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Serentak Hari Ini

Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung Cerita Warga Senang Belanja di KDKMP: Harganya Murah Banget, Bisa Nabung

Selain minyak goreng dan gula, Mardiah juga kerap membeli kopi, jajanan untuk cucunya, beras, hingga gas LPG. Baginya, KDKMP menjadi alternatif untuk mendapatkan berbagai kebutuhan rumah tangga tanpa harus mengeluarkan uang belanja lebih besar.

“Beras sama gas juga. Itu gasnya murah banget, cuma Rp16.000. Benar-benar harga yang dikejar sama ibu-ibu. Kalau di dekat rumah bisa Rp20.000,” tuturnya.

Selisih harga tersebut memberikan ruang bagi Mardiah untuk mengatur keuangan rumah tangga. Ia mengatakan manfaat KDKMP tidak hanya terasa dari pengeluaran yang lebih rendah, tetapi juga dari sisa uang belanja yang dapat disimpan untuk kebutuhan lain.

Mardiah berharap pemerintah dapat mempertahankan program-program yang dinilai membantu masyarakat, termasuk KDKMP, serta menjaga harga kebutuhan tetap terjangkau. “Kalau harapan sih sangat banyak. Pastinya dilanjutkan kalau program-program yang bagus. Harganya, murahin aja buat masyarakat itu pasti jadi sejahtera,” harapnya.

Mardiah pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto atas kehadiran koperasi tersebut. Ia juga menaruh harapan agar KDKMP terus memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang ingin memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

Baca Juga: Menkop Dorong Pembentukan Posko Pemantauan Distribusi Barang di KDKMP

“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, sudah membentuk Koperasi KDKMP, jadi masyarakat bisa berbelanja lebih murah,” kata Mardiah.

Pengalaman serupa dirasakan Baron (49), warga yang juga berbelanja di KDKMP Cipedak. Ia datang untuk membeli gas LPG setelah istrinya memberi tahu bahwa harga gas di koperasi tersebut lebih murah.

“Hari ini saya beli gas. Istri saya yang nyuruh tadi, saya lagi ngopi. Tiba-tiba gasnya habis, kan. Katanya, 'Ayah, Ayah beli di KDKMP saja. Di sana lebih murah. Terus bawa KTP, jangan lupa.' Ya sudah, saya ke sini,” ceritanya.

Bagi Baron, keberadaan KDKMP membantu keluarganya menghemat pengeluaran sehari-hari. Ia senang karena kini punya alternatif tempat berbelanja dengan harga lebih murah. “Senang banget. Bisa kebantu. Jadi lebih hemat,” katanya.

Baron berharap KDKMP terus dipertahankan agar manfaatnya dirasakan masyarakat di lingkungannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Presiden Prabowo yang telah menghadirkan koperasi tersebut.

Baca Juga: Menkop Dorong Pembentukan Posko Pemantauan Distribusi Barang di KDKMP

“Ya, saya ucapkan terima kasih untuk pemerintah, untuk Pak Prabowo juga, sudah menghadirkan KDKMP di kampung saya, di desa saya. Terima kasih, Pak Prabowo,” pungkasnya.

Barang kebutuhan pokok di KDKMP dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Misalnya, Beras SPHP 5 kg Rp58.000, MinyaKita 1 liter Rp15.700, dan gula pasir 1 kg Rp17.500.

KDKMP juga menjual gas subsidi LPG 3 kg seharga Rp16.000 per tabung. Namun, pembeliannya harus disertai KTP untuk memastikan pembeli merupakan warga yang berhak menerima barang subsidi. Selain menjual kebutuhan pokok, KDKMP melayani pembayaran listrik dan transfer uang. Ke depan, KDKMP juga akan menjadi agen penyaluran bantuan sosial pangan pemerintah dan Program Keluarga Harapan (PKH).

x|close