Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam pada perdagangan Jumat 16 Oktober 2026.
Berdasarkan data RTI Business pukul 10.29 WIB, IHSG turun 622,100 poin atau 10,61 persen ke level 5.241.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.393. Indeks kemudian bergerak turun hingga menyentuh level terendah 5.193, sementara level tertinggi tercatat sebesar 5.404.
Tekanan jual mendominasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 758 saham melemah, sedangkan hanya 15 saham menguat dan 11 saham bergerak stagnan.
Aktivitas transaksi tercatat sangat tinggi, dengan volume perdagangan mencapai 33,489 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp13.768 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.020.262 kali.
Baca juga: OJK Respons Pengumuman MSCI, Reformasi Pasar Modal Dilanjutkan
Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp9.268,410 triliun.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan terhadap pasar modal Indonesia menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam hal ini menyampaikan bahwa OJK menghormati view dari MSCI dan terus melakukan pembenahan dan tindak lanjut atas berbagai masukan yang diberikan.
OJK juga mencermati dan memberikan perhatian serius terhadap penilaian MSCI mengenai area-area yang masih memerlukan penyempurnaan ke depan.
OJK menghormati independensi lembaga-lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan yang diberikan oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica.
Baca juga: Proyeksi IHSG Jumat 16 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham BBCA dan TINS
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa masukan yang disampaikan MSCI dalam pengumuman ini juga sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, termasuk dalam aspek penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.
Ke depan, OJK bersama SRO terus melanjutkan engagement yang konstruktif dengan lembaga-lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global.
Engagement yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat mengomunikasikan progress terkini reformasi pasar modal Indonesia, serta memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan yang berkelanjutan.
Ilustrasi grafik saham