Ntvnews.id, Jakarta - Danantara Indonesia menyampaikan kesiapan untuk masuk ke pasar modal Indonesia di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Hal ini menyusul pengumuman penyedia indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai pelemahan pasar saham dinilai menjadi peluang untuk berinvestasi jangka panjang, khususnya pada perusahaan badan usaha milik negara (BUMN).
Rosan menegaskan, kondisi ini menjadi kesempatan bagi Danantara untuk menambah investasi pada perusahaan-perusahaan Indonesia yang memiliki prospek jangka panjang.
"Kami sebagai Danantara melihat bahwa ini adalah momen karena valuasi dari perusahaan kita yang BUMN itu valuasinya boleh dikatakan rendah saat ini, justru kami lihat ini opportunity ke depannya," ucap Rosan dikutip, Minggu 18 Oktober 2026.
Baca juga: BNI Raih Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026
Rosan menegaskan, strategi investasi Danantara berorientasi jangka panjang dan tidak bertujuan mengambil keuntungan dari pergerakan harga saham dalam waktu singkat.
Menurutnya, fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia masih kuat sehingga penurunan valuasi saham dapat dimanfaatkan sebagai peluang investasi.
"Kami lihat investasi itu long term, bukan in and out. Karena kita analisa bahwa fundamental perusahaan kita sangat baik," lanjutnya.
Dalam hal ini, Rosaan mencontohkan sektor perbankan yang dinilai memiliki fundamental kuat. Namun, sejumlah saham perbankan saat ini diperdagangkan dengan valuasi di bawah nilai buku atau book value.
Baca juga: Rosan Nilai Koreksi Saham Jadi Peluang Investasi bagi Danantara
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Danantara dalam melihat peluang investasi di pasar modal.
Selain perbankan, Danantara juga mencermati sektor infrastruktur, telekomunikasi, dan sektor lainnya yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dalam jangka panjang.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (Istimewa)