Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali ambruk pada perdagangan hari ini, Senin 19 Oktober 2026.
Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG dibuka anjlok tajam dan langsung ambruk 4,31 persen ke level 4.961 turun 223 poin poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.863.
Dalam hal ini, Airlangga menyebut pemerintah terus memantau kondisi pasar saham. "Nanti kita lihat saja," ucap Airlangga, Senin 19 Oktober 2026.
Airlangga memastikan pemerintah akan mengadakan rapat khusus dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merespons kondisi pasar saham.
Baca juga: IHSG Senin Pagi Dibuka Anjlok ke Level 4.961
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)
Baca juga: Proyeksi IHSG Senin 19 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham ASII dan INCO
"Nanti kita lihat minggu ini ya, segera," beber Airlangga.
Ia menilai, pengumuman MSCI terhadap pasar saham Indonesia saat ini berseberangan dengan kondisi fundamentalnya.
"Dan antara MSCI dan dasar ekonomi kita yang solid itu dalam tanda petik tidak berhubungan," jelas Airlangga.
Seperti diketahui, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka peluang penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
MSCI menyatakan bahwa kekhawatiran pelaku pasar telah meningkat signifikan mengenai kemampuan investasi di pasar modal Indonesia, termasuk mengenai ketidakjelasan yang terus berlanjut dalam struktur kepemilikan saham dan dugaan perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons terkait angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mencapai 53.490 pekerja sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)