BGN Kebut Aktivasi SPPG Baru di Wilayah 3T

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 09:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah) memberikan keterangan seusai rapat koordinasi MBG di Jakarta, Senin (19/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempercepat proses aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di berbagai wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memperluas cakupan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa langkah percepatan tersebut dijalankan sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden melalui aktivasi SPPG yang dilakukan secara bertahap di berbagai penjuru tanah air.

“Untuk mempercepat wilayah 3T, tahap pertama yang sudah diselesaikan 480 SPPG di wilayah Indonesia Timur, termasuk enam provinsi Papua, kemudian NTT, Maluku,” ujar Zulkifli dalam sesi konferensi pers usai memimpin rapat koordinasi program MBG di Jakarta, Senin (19/10).

Ia menambahkan, pada tahap kedua, pemerintah kembali mengaktifkan sebanyak 980 SPPG baru terhitung mulai tanggal 14 Oktober yang difokuskan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali.
 

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli menegaskan bahwa seluruh prosedur pengajuan pendirian SPPG wajib ditempuh secara langsung melalui BGN tanpa melalui perantara atau makelar, serta meminta para calon mitra untuk menyerahkan data secara langsung kepada instansi berwenang.

Selain memperluas jangkauan wilayah, pemerintah resmi mengubah kebijakan terkait skema insentif bagi setiap unit SPPG. Jika sebelumnya insentif ditetapkan secara flat sebesar Rp6 juta per hari tanpa melihat volume produksi porsi, kini skema tersebut diubah menjadi Rp2.000 untuk setiap porsi makanan yang berhasil disalurkan.

Menurut Zulkifli, skema insentif tetap senilai Rp6 juta per hari berisiko membebani anggaran, khususnya bagi unit SPPG yang melayani jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit.

Ia merinci alokasi anggaran program MBG sebesar Rp15.000 per porsi, yang terbagi atas Rp2.000 untuk insentif investor, Rp3.000 untuk biaya operasional, serta Rp10.000 murni dialokasikan bagi pengadaan bahan baku makanan.

Melalui skema lama, unit SPPG yang hanya memproduksi 1.000 porsi harus menanggung beban insentif setara Rp6.000 per porsi, yang dinilai berpotensi menggerus alokasi anggaran untuk kebutuhan esensial lainnya.
 

“Oleh karena itu, sudah diputuskan sekarang Rp2.000 per porsi,” tegas Zulkifli.

Di samping pembaruan skema insentif, BGN mencatat sebanyak 26.385 SPPG telah dinyatakan memenuhi seluruh kriteria dan persyaratan operasional yang ditetapkan.

Zulkifli memaparkan bahwa syarat utama tersebut meliputi kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak sedang berada dalam status penghentian operasional sementara, bebas dari catatan kejadian fatal atau kejadian luar biasa, serta melayani minimal lebih dari 1.000 penerima manfaat.

Seluruh persyaratan ketat ini diberlakukan sebagai komitmen pemerintah untuk memastikan operasional setiap SPPG berjalan sesuai standar dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG.
 
(Sumber: Antara)
 

TERKINI

80 Saham HSC Bakal Dikeluarkan dari IHSG

Ekonomi Selasa, 20 Okt 2026 | 10:30 WIB

Dolar AS Turun Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp18.015

Keuangan Selasa, 20 Okt 2026 | 10:12 WIB

Siap Perbesar Porsi, Danantara Bakal Tambah Saham BUMN

Ekonomi Selasa, 20 Okt 2026 | 10:10 WIB

Harga Emas Antam Selasa Anjlok ke Level Rp2,56 Juta per Gram

Keuangan Selasa, 20 Okt 2026 | 10:02 WIB

IHSG Selasa Pagi Berbalik Menguat ke Level 5.000

Keuangan Selasa, 20 Okt 2026 | 09:43 WIB

BGN Kebut Aktivasi SPPG Baru di Wilayah 3T

Ekonomi Selasa, 20 Okt 2026 | 09:41 WIB
Load More
x|close