Pemerintah Alokasikan Rp31,8 Triliun untuk Bansos dan Diskon Natal-Tahun Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk membiayai sejumlah program bantuan dan insentif hingga akhir 2026. Alokasi tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan subsidi upah, serta berbagai diskon menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rangkaian program tersebut merupakan upaya pemerintah mempertahankan daya beli masyarakat menjelang penghujung tahun.

"Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," ujar Airlangga seusai Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, bantuan pangan yang disiapkan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penyaluran bantuan subsidi upah bagi para pekerja yang memenuhi persyaratan.

Baca Juga: Menko Airlangga dan Menkeu Suahasil Kompak Laporkan Ekonomi Indonesia Tetap Stabil ke Prabowo

Tidak hanya melalui bantuan langsung, pemerintah akan memberikan berbagai insentif berupa potongan harga selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran sekaligus mendorong kegiatan ekonomi selama masa liburan.

"Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," katanya.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut, Airlangga juga menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan perekonomian nasional. Ia menyebut kondisi makroekonomi Indonesia masih relatif kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta sejumlah indikator lainnya.

Pemerintah berharap penyaluran bantuan sosial dan pemberian insentif menjelang akhir tahun dapat menjaga konsumsi rumah tangga serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

x|close