Pandu Sjahrir: Per Kemarin, Danantara Borong Saham Perusahaan BUMN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 15:39
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir (kiri) bersama Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Mansury dalam Danantara Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026) Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir (kiri) bersama Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Mansury dalam Danantara Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan langkah taktisnya untuk mulai masuk dan memborong sejumlah saham di pasar modal Indonesia dalam dua hari terakhir. Fokus utama pembelian ini disasarkan pada saham-saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyusul valuasi harganya yang saat ini dinilai sangat menarik serta memiliki prospek pertumbuhan bisnis yang menjanjikan.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa keputusan investasi tersebut didasarkan pada analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan serta rasio perbandingan risiko dan imbal hasil (risk-reward) yang dinilai sangat kompetitif.

“Per kemarin, hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada, menurut kami efektif, dan kita akan terus selama harganya menarik, memiliki prospek yang baik,” ujar Pandu saat menyampaikan keterangan dalam acara Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, pada Kamis 22 Oktober 2026.

Menurut Pandu, jajaran emiten BUMN di tanah air memiliki fondasi keuangan yang kuat serta prospek ekspansi yang cerah, sehingga menawarkan momentum peluang investasi yang sangat baik bagi portofolio Danantara. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus menambah porsi kepemilikan saham di pasar modal selama peluang yang tersedia masih menawarkan keseimbangan nilai yang menguntungkan.
 

Di samping itu, ia memastikan bahwa seluruh strategi penanaman modal yang dijalankan oleh Danantara tetap berorientasi penuh pada keuntungan (profit-oriented) dengan berpegang teguh pada analisis fundamental perusahaan sebagai landasan utama pengambilan keputusan bisnis.

“Kami selalu profit oriented. Kami melihat sekarang dari sisi risk-reward menarik. Kami juga sudah mulai masuk di pasar modal, dan tentunya itu akan bertambah terus,” kata Pandu.

Dalam kesempatan yang sama, Pandu turut menanggapi dinamika pasar terkait isu penyedia indeks global MSCI yang tengah menjadi sorotan para pelaku pasar modal. Ia berpandangan bahwa terdapat perbedaan antara sentimen yang berkembang di pasar dengan kondisi riil kinerja fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di Indonesia. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya bagi investor untuk menilai perusahaan berdasarkan kinerja fundamental masing-masing, khususnya saham-saham BUMN yang memiliki prospek investasi jangka panjang yang solid.

Danantara memastikan akan terus memfokuskan strategi investasinya pada kekuatan fundamental emiten domestik, sekaligus sigap memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka di tengah fluktuasi kondisi pasar modal saat ini.
 

Sementara itu, dalam hal mekanisme eksekusi investasi di pasar modal, Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, memaparkan bahwa pihaknya tidak melakukan pemilihan saham secara langsung (stock picking). Sebagai strategi mitigasi risiko dan optimalisasi hasil, Danantara memilih untuk menjalin kemitraan strategis dengan para pengelola investasi profesional, baik yang beroperasi di pasar domestik maupun kancah global.

Sebelum menunjuk dan menggandeng mitra manajer investasi tersebut, Stefanus mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melalui tahapan uji tuntas (due diligence) secara ketat, yang mencakup evaluasi terhadap tingkat pengalaman, rekam jejak kinerja investasi, tingkat eksposur pasar, hingga standar proses investasi yang diterapkan.

Stefanus menyebutkan bahwa Danantara telah menempatkan dana dalam skala yang cukup besar di pasar domestik dan menyatakan kesiapannya untuk kembali mengerahkan alokasi dana investasi dengan besaran yang kurang lebih setara dengan penempatan sebelumnya, kendati ia belum mempublikasikan angka nominal pastinya ke publik.

Pendekatan kolaboratif dengan menggandeng para pengelola profesional ini tidak hanya diterapkan pada instrumen investasi publik, tetapi juga digunakan oleh Danantara dalam pengelolaan portofolio investasi tidak langsung, termasuk pada sektor ekuitas swasta (private equity) dan kredit swasta (private credit).
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close