Saham-saham BUMN Perkasa, IHSG Kembali Bangkit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 19:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Arsip foto - Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat usai sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Kebangkitan IHSG disebut berkat andil saham-saham BUMN.

"Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari kontribusi saham-saham BUMN yang mengalami rebound, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan," ujar Analis saham Muhammad Nafan Aji di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Nafan menyampaikan, pada sesi pertama, saham BBRI menguat 1,07%, BMRI naik 2,43%, BBNI menguat 2,15%, TLKM naik 1,89%, ANTM menguat 4,04%, dan BRIS naik 2,89%. Nafan menilai kenaikan saham-saham BUMN tersebut membantu menopang pergerakan indeks di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor pascapengumuman MSCI.

"Besarnya kontribusi BUMN terhadap IHSG juga perlu dilihat dari kapitalisasi pasar masing-masing emiten," ungkap Nafan.

Baca Juga: Soroti Dugaan Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Karhutla, Prabowo Ancam Cabut Izin

Nafan mengatakan saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI serta TLKM memiliki peran strategis karena perubahan harga saham-saham tersebut dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan indeks. Namun, ucapnya, untuk mengukur kontribusi secara kuantitatif, diperlukan data kontribusi poin setiap saham terhadap IHSG hingga penutupan perdagangan.

"Saya melihat penguatan saham BUMN ini dapat menjadi katalis positif bagi pemulihan pasar, terlebih apabila didukung oleh aksi akumulasi yang konsisten dan membaiknya kepercayaan investor domestik maupun asing," kata Nafan.

Meski demikian, Nafan katakan, investor perlu tetap mencermati keberlanjutan arus dana masuk, kondisi nilai tukar rupiah, serta perkembangan pembahasan status pasar Indonesia oleh MSCI. Dengan demikian, penguatan IHSG saat ini sebaiknya dipandang sebagai indikasi awal pemulihan sentimen, bukan sebagai konfirmasi bahwa tekanan pasar telah berakhir.

x|close