Ntvnews.id, Jakarta - Fadel Muhammad Al-Haddar resmi mengemban posisi baru sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE), menggantikan Hashim Djojohadikusumo. Pengangkatan tersebut berlaku sejak 21 Oktober 2026 ini menandai babak baru bagi perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi tersebut dalam memperluas akses internet terjangkau di seluruh Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, SURGE mengusung misi penyediaan layanan internet berbiaya kompetitif dengan tarif Rp100 ribu per rumah. Fadel menjelaskan, efisiensi harga ini dapat tercapai berkat pemanfaatan teknologi Fixed Wireless Access (FWA) berbasis frekuensi.
"Perusahaan ini ada solusi untuk membuat internet murah. Kita menjual internet Rp100 ribu per rumah. Teknologi yang kita gunakan adalah pakai FWA, pakai frekuensi. Jadi, sangat bagus sekali. Karena murah, maka permintaan pasarnya besar sekali," ujar Fadel saat dikonfirmasi, 25 Oktober 2026.
Baca Juga: Hashim Ungkap Pemerintah Mau Beri Ponsel Gratis ke Masyarakat Buat Salurkan Bansos
Eks wakil ketua MPR tersebut mengaku bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya, dirinya telah merintis dan membangun perusahaan ini sejak kurang lebih tiga tahun lalu. Seiring tingginya permintaan pasar domestik, SURGE kini bersiap memperluas jangkauan layanan ke luar Pulau Jawa.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis, SURGE menargetkan ekspansi jaringan internet murah ke sejumlah pulau besar di luar Jawa, termasuk Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua. Saat ini, proses penggelaran infrastruktur kabel di wilayah-wilayah tersebut sedang berjalan.
Fadel menyoroti ketimpangan tarif internet di Indonesia yang dinilai masih menjadi hambatan utama rendahnya tingkat penetrasi digital nasional jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
"Kita jual Rp100 ribu per rumah. Harapannya, ini bisa menaikkan penetrasi internet yang selama ini dikritik oleh dunia karena Indonesia paling rendah. Bukan karena apa-apa, tapi karena daya beli kita tidak ada dan harganya terlalu mahal," paparnya.
Ia membandingkan posisi Indonesia dengan negara ASEAN lainnya. Menurutnya, tingkat penetrasi internet Indonesia saat ini masih tertinggal dan berada di kisaran yang sama dengan Laos serta Kamboja, jauh di bawah Singapura, Malaysia, dan Filipina.
Tiga Langkah Strategis dan Selaras dengan Visi Pemerintah
Guna memperkuat ekosistem digital nasional, Fadel memaparkan tiga langkah strategis utama yang akan ditempuh oleh SURGE. Pertama, pemerataan infrastruktur melalui penyebaran jaringan kabel laut ke wilayah luar Jawa. Kedua, penguatan porsi konten digital lokal yang edukatif dan kreatif bagi pengguna.
Langkah strategis ini, lanjut Fadel, sejalan dengan pandangan Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan kebutuhan internet kini sudah setara dengan kebutuhan pokok atau sembako masyarakat.
"Kalau kata Pak Prabowo, kebutuhan internet ini kata Presiden, sudah seperti kebutuhan sembako. Kalau internetnya tidak ada, ya repot. Di China, dengan adanya internet berkecepatan tinggi, orang bisa operasi medis dari Jakarta ke Gorontalo. Nah, kita baru mulai mengarah ke sana," ungkap Fadel.
Terkait kualitas layanan, Fadel menegaskan bahwa infrastruktur internet murah besutan SURGE telah melalui serangkaian uji kelayakan oleh institusi independen dan terbukti mampu bersaing dengan operator petahana.
Berdasarkan data perusahaan, dari total sekitar 90 juta rumah tangga di Indonesia, baru sekitar 16 juta rumah yang terlayani koneksi internet konvensional. SURGE melihat celah pasar yang sangat besar pada segmen kelas menengah yang selama ini belum terjangkau oleh penyedia layanan internet eksisting.
"Dari 90 juta rumah di Indonesia, baru terisi sekitar 16 juta rumah. Masih ada jutaan rumah lagi yang butuh internet di segmen kelas menengah. Itu yang kita ambil sekarang," jelas Fadel.
Fokus pengembangan layanan internet ini juga diarahkan pada sektor-sektor esensial yang langsung berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan dan hiburan keluarga.
"Kita utamakan ada 3, yaitu pertama pendidikan, hiburan, dan kita mau ada home education (pendidikan rumah) yang mereka bisa belajar di rumah dengan internet ini," pungkasnya.
Fadel Muhammad, Komisaris Utama PT SURGE (ANTARA)