Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang menguat pada perdagangan Rabu 28 Oktober 2026.
Pada penutupan perdagangan Selasa 27 Oktober 2026, IHSG terkoreksi 1,99 persen ke 5,266, disertai tekanan jual yang meningkat.
MNC Sekuritas dalam kajiannya menyebut IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah menyelesaikan fase koreksi jangka pendek.
Diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju rentang 5.456–5.564.
"Koreksi berpotensi terbatas ke area 5.116–5.180 sebelum kembali menguat. Peluang penguatan selanjutnya berada di 5.456-5.564," tulis MNC Sekuritas.
Adapun level support IHSG berada di 5.185 dan 4.915. Sementara itu, level resistance berada di 5.460 dan 5.563.
Baca Juga: IHSG Menguat 4,9 Persen Pekan Lalu, OJK Apresiasi Investor Domestik
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.357 pada Selasa Pagi
Selain proyeksi pergerakan indeks, ada beberapa saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
ADRO - Buy on Weakness
ADRO menguat 0,41 persen ke 2,460, disertai volume pembelian. Saat ini, posisi ADRO sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: 2,310-2,420
Target Price: 2,570, 2,640
Stoploss: below 2,270
BUVA - Trading Buy
BUVA terkoreksi 6,38 persen ke 352, disertai tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 300 sebagai stoplossnya, maka posisi BUVA saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5.
Trading Buy: 320-352
Target Price: 436, 492
Stoploss: below 300
ERAA - Buy on Weakness
ERAA menguat 1,79 persen ke 570, disertai volume pembelian. Best case, diperkirakan posisi ERAA sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: 520-540
Target Price: 600, 615
Stoploss: below 515
VKTR - Trading Buy
VKTR terkoreksi 6,99 persen ke 346, dengan tekanan jual yang masih dominan. Selama masih mampu berada di atas 316 sebagai stoplossnya, maka posisi VKTR masih berada pada bagian dari wave (4) dari wave [C].
Buy on Weakness: 332-338
Target Price: 396, 438
Stoploss: below 316.
Ilustrasi - Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Antara)