Astra International (ASII) Kantongi Laba Rp24,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 05:43
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
PT Astra International Tbk (ASII) PT Astra International Tbk (ASII)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan pendapatan bersih secara konsolidasi sebesar Rp243,9 triliun dalam sembilan bulan tahun 2026.

Presiden Direktur Astra International Rudy Chen mengatakan capaian ini masih stabil dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih tanpa non-recurring items mencapai Rp24,6 triliun hingga kuartal III tahun 2026. Capaian tersebut relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp24,7 triliun.

"Astra mencatat kinerja yang resilien selama sembilan bulan pertama tahun 2026. Laba bersih Grup, tanpa memperhitungkan non-recurring items, stabil sebesar Rp24,6 triliun," ucap Rudy dalam keterangan tertulis, Rabu 28 Oktober 2026.

Baca juga: Proyeksi IHSG Senin 19 Oktober 2026, Cek Rekomendasi Saham ASII dan INCO

Rudy menjelaskan, kinerja grup secara keseluruhan hingga saat ini tetap resilien, ditopang oleh perbaikan kinerja di seluruh lini bisnis pada kuartal ketiga yang mengimbangi pelemahan pada semester pertama tahun ini. 

"Bisnis Otomotif, Jasa Keuangan, dan Wider Businesses terus mencatat pertumbuhan yang sehat, sementara kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mengalami penurunan," sambungnya.

Terkait pengalokasian modal, perseroan telah menyelesaikan program share buyback dengan total nilai Rp10 triliun sejak November 2025-September 2026. 

Selain program share buyback Astra sebesar Rp8 triliun yang masih berlangsung, United Tractors dan Astra Agro Lestari juga mengumumkan program share buyback yang baru pada Oktober 2026. 

"Inisiatif alokasi modal Grup juga mencakup penawaran tender sukarela oleh Astra untuk menambah kepemilikan sahamnya di Astra Otoparts," lanjutnya.

Perseroan mencatat non-recurring items sebesar Rp3 triliun, terdiri atas penurunan nilai (impairment) dan penyesuaian nilai wajar atas investasi ekuitas.

Dengan memperhitungkan non-recurring items tersebut, laba bersih PT Astra International tercatat sebesar Rp21,6 triliun. 

Nilai aset bersih per saham pada 30 September 2026 naik sebesar 5 persen menjadi Rp5.999.

"Kas bersih pada 30 September 2026, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp1,8 triliun, dibandingkan dengan Rp7,2 triliun pada 31 Desember 2025, terutama disebabkan oleh akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam dan share buyback," ungkap Rudy.

Baca juga: Astra International Catat Kinerja Keuangan Semester I 2026

"Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp66,7 triliun pada 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp64,9 triliun pada 31 Desember 2025," lanjutnya.

Aksi korporasi, selain program share buyback Astra sebesar Rp8 triliun yang masih berlangsung, United Tractors mengumumkan program share buyback hingga Rp2 triliun pada Oktober-Desember 2026.

Sementara Astra Agro Lestari mengumumkan program share buyback hingga Rp400 miliar untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Astra sedang melaksanakan penawaran tender sukarela atas maksimal 4,95 persen saham Astra Otoparts dengan harga Rp3.600 per saham, dengan nilai transaksi maksimal sekitar Rp858 miliar.

"Periode penawaran tender berlangsung dari 13 Oktober hingga 11 November 2026. Apabila seluruh saham yang menjadi objek penawaran tender sukarela berhasil diperoleh, kepemilikan Astra di Astra Otoparts akan meningkat dari 80 persen menjadi 84,95 persen," tutupnya.