Meta Siapkan Notifikasi bagi Orang Tua jika Remaja Cari Konten Berbahaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Okt 2026, 18:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Logo Facebook. Ilustrasi - Logo Facebook. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Meta memperluas sistem pengawasan orang tua dengan menghadirkan peringatan otomatis apabila pengguna remaja berulang kali mencari konten terkait bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri di Facebook maupun layanan percakapan berbasis kecerdasan buatan Meta AI.

Mengutip laporan Engadget pada Kamis, 29 Oktober 2026, kebijakan baru ini merupakan pengembangan dari fitur serupa yang lebih dahulu diterapkan Meta di Instagram pada awal tahun ini.

Pemberitahuan akan dikirimkan kepada orang tua apabila sistem mendeteksi akun anak remaja mereka melakukan pencarian berulang mengenai topik sensitif dalam waktu singkat. Peringatan juga diberikan ketika percakapan dengan Meta AI menunjukkan indikasi risiko tindakan menyakiti diri sendiri.

Meta menyediakan beberapa saluran untuk menyampaikan peringatan tersebut. Orang tua dapat menerimanya melalui SMS, email, WhatsApp, maupun notifikasi langsung di aplikasi yang mereka gunakan.

Baca Juga: Meta Digugat Rp25.000 Triliun, Dituding Sengaja Membuat Pengguna Muda Kecanduan Facebook dan Instagram

Meski demikian, perusahaan tetap memperhatikan privasi pengguna remaja. Pemberitahuan yang diterima orang tua tidak memuat kata kunci pencarian ataupun rincian percakapan tertentu dengan Meta AI.

Sebagai gantinya, notifikasi tersebut berisi arahan agar orang tua membuka komunikasi dengan anak untuk membahas kondisi yang menjadi perhatian. Meta juga menyertakan informasi kontak layanan bantuan yang dapat digunakan.

Pengembangan fitur ini menjadi bagian dari penerapan sistem Teen Accounts yang dirancang dengan melibatkan pengawasan orang tua.

Baca Juga: WhatsApp Web Down Bikin Heboh, Malah Tiba-tiba Muncul Facebook

Melalui kebijakan tersebut, Meta berupaya memberikan kendali lebih luas kepada orang tua dalam mengatur privasi akun remaja, mengurangi paparan terhadap konten sensitif, serta membatasi komunikasi dengan orang yang tidak dikenal.

(Sumber: Antara)