Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia Management Summit (IMS) 2026 akan menjadi platform strategis yang mempertemukan pemimpin pemerintahan, regulator, pelaku usaha, investor, akademisi, dan komunitas profesional untuk merumuskan agenda nyata dalam memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia.
Mengusung tema “Micro Excellence, National Resilience”, IMS 2026 menekankan bahwa daya saing nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas makroekonomi dan arah kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan, institusi, dan rantai pasok dalam meningkatkan produktivitas, mengembangkan inovasi, membangun kepemimpinan, serta mengeksekusi strategi secara konsisten.
Diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Program Pascasarjana Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI PPIM FEB UI), IMS 2026 dirancang sebagai ruang dialog strategis yang menghubungkan perspektif kebijakan, pengelolaan modal, transformasi perusahaan, dan kepemimpinan transformatif.
Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya dalam perekonomian global. Namun, peluang tersebut perlu diikuti oleh peningkatan produktivitas, kualitas investasi, kemampuan inovasi, tata kelola, serta kesiapan organisasi menghadapi perubahan teknologi dan dinamika geopolitik.
IMS 2026 hadir untuk mendorong pergeseran dari sekadar diskusi mengenai tantangan ekonomi menuju agenda aksi yang dapat diterapkan oleh pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.
Baca Juga: IMS 2026 Tekankan Pentingnya Keunggulan Perusahaan untuk Daya Saing Indonesia
Tiga Agenda Strategis untuk Daya Saing Indonesia
IMS 2026 akan mengembangkan narasi strategis yang menghubungkan tiga agenda utama: competitive capital, competitive enterprises, dan transformational leadership.
Pertama, Competitive Capital. Indonesia membutuhkan mobilisasi modal yang lebih produktif dan strategis. Kepercayaan investor, kualitas tata kelola, dan efektivitas alokasi investasi menjadi faktor penting dalam memperkuat sektor-sektor yang menghasilkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kedua, Competitive Enterprises. Perusahaan Indonesia perlu meningkatkan produktivitas, memperluas skala usaha, memperkuat inovasi, dan membangun ketahanan menghadapi persaingan global. Transformasi operasional, manufaktur cerdas, otomatisasi, dan integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi bagian penting dari agenda peningkatan daya saing tersebut.
Ketiga, Transformational Leadership. Modal dan teknologi hanya akan menghasilkan dampak optimal apabila didukung oleh kepemimpinan yang mampu mengarahkan perubahan, memperkuat budaya organisasi, meningkatkan kualitas eksekusi, dan menciptakan nilai ekonomi serta sosial yang berkelanjutan.
Ketiga agenda tersebut membentuk satu kesatuan strategis: modal yang kompetitif memungkinkan tumbuhnya perusahaan yang kompetitif; perusahaan yang kompetitif memperkuat ketahanan nasional; dan kepemimpinan transformatif memastikan keduanya berkelanjutan.
Baca Juga: Pertamina Raih The Best Service Quality Management Team & Best Agent Digital Email Publik
Tiga Sesi Utama: Dari Arah Makro hingga Keunggulan Eksekusi
IMS 2026 akan diselenggarakan pada 9 Desember 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (IDX), Jakarta, dengan rangkaian diskusi utama yang berfokus pada tiga dimensi transformasi nasional.
1. Macroeconomic Strategic Direction & Competitive Landscape
Sesi pertama akan membahas arah strategis makroekonomi, lanskap persaingan, serta hubungan antara kebijakan makro dan kinerja sektor usaha. Diskusi akan menyoroti pentingnya kepercayaan investasi, reformasi pasar modal, stabilitas ekonomi, dan keterhubungan antara kebijakan nasional dengan produktivitas dunia usaha.
2. National Competitiveness Dialogue: Mobilizing Capital, Scaling Enterprises, and Building Indonesia’s Economic Future
Sesi kedua akan mempertemukan perspektif kepemimpinan bisnis dan pengelolaan investasi untuk membahas bagaimana Indonesia dapat mengoptimalkan mobilisasi modal, memperbesar skala usaha, serta memperkuat daya saing global. Diskusi ini berfokus pada kepercayaan investasi, kewirausahaan, tata kelola, pertumbuhan berkelanjutan, kolaborasi pemerintah dan swasta, serta ketahanan nasional.
3. Operational Excellence Forum: The Execution Advantage
Sesi ketiga akan mengangkat peran kepemimpinan dalam membangun keunggulan operasional pada era manufaktur cerdas, integrasi AI, otomatisasi, dan peningkatan produktivitas. Diskusi ini akan membahas mengenai arsitektur budaya organisasi, kepemimpinan eksekusi, manufaktur cerdas, otomatisasi, integrasi AI, dan perubahan struktural dalam organisasi.
Ketiga sesi tersebut dirancang untuk menghubungkan perspektif kebijakan dan investasi dengan tantangan nyata yang dihadapi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat inovasi, dan menciptakan nilai jangka panjang.
Dari Diskusi Menuju Agenda Aksi
IMS 2026 tidak dimaksudkan semata-mata sebagai konferensi, tetapi sebagai platform yang mendorong terbentuknya pengetahuan, rekomendasi strategis, dan kolaborasi lintas sektor yang dapat ditindaklanjuti.
Luaran yang direncanakan mencakup:
Indonesia Management Outlook 2027.
- CEO Action Agenda.
- Policy Recommendation Paper.
- Microeconomic Competitiveness Framework.
- Enterprise Transformation Index.
- Executive Book & Digital Report.
Luaran tersebut dirancang sebagai fondasi untuk memperluas dampak IMS 2026 melampaui hari penyelenggaraan, sekaligus membuka peluang dialog dan kolaborasi lanjutan di antara pemangku kepentingan.
Mendorong Pertumbuhan yang Produktif, Inovatif, dan Berkelanjutan
Melalui IMS 2026, ILUNI PPIM FEB UI ingin memperkuat kontribusi komunitas manajemen terhadap agenda pembangunan Indonesia.
Dampak yang diharapkan meliputi peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, penguatan daya saing global, ketahanan nasional yang lebih baik, peningkatan produktivitas dan kualitas lapangan kerja, serta tata kelola yang lebih efektif melalui kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, investor, dan komunitas profesional.
Dalam jangka panjang, IMS 2026 diharapkan berkembang menjadi pusat pengetahuan strategis dan jejaring kolaborasi yang berkelanjutan, mendorong pengembangan talenta dan kepemimpinan, serta memperkuat kontribusi dunia manajemen terhadap kemajuan Indonesia.
Selain itu, seperti tahun-tahun sebelumnya IMS 2026 juga akan memberikan anugerah Indonesia Management Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan dan praktik manajemen yang memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Pesan utama IMS 2026 sederhana tetapi strategis: Ketahanan nasional dibangun melalui keunggulan yang nyata di tingkat perusahaan, institusi, dan manusia Indonesia.
Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar strategi yang baik. Indonesia membutuhkan organisasi yang mampu mengeksekusinya, pemimpin yang berani mentransformasi, dan kolaborasi lintas sektor yang menghasilkan dampak nyata.
Melalui semangat Micro Excellence, National Resilience, IMS 2026 mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak dari gagasan menuju aksi, dari potensi menuju produktivitas, dan dari pertumbuhan menuju daya saing yang berkelanjutan.
Indonesia Management Summit 2026: Memperkuat Daya Saing Nasional melalui Transformasi Perusahaan, Kepemimpinan, dan Inovasi