Mendes Yandri Sebut Pemanfaatan Biomassa PLN Buka Peluang Ekonomi Baru di Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Okt 2026, 18:27
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan resmi kepada awak media di Serang, Banten pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan resmi kepada awak media di Serang, Banten pada Sabtu, 31 Oktober 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Serang - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menilai pemanfaatan limbah pertanian dan industri menjadi biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Menurut Yandri, program PLN yang menggunakan biomassa sebagai campuran bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendorong pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa.

"Hadirnya biomassa yang sumbernya dari desa ini menjadi bentuk keberpihakan negara untuk memastikan ada instrumen yang sampai ke desa sebagai sumber ekonomi baru," kata Yandri di Serang, Banten pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, lanjutnya, akan mendukung upaya PLN dalam menyerap pasokan biomassa yang berasal dari kawasan pedesaan.

Baca Juga: Potensi Biomassa Sawit RI Capai 261,7 Juta Ton, Bisa Topang Energi Terbarukan

Yandri menyebut program tersebut sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

Ia menjelaskan, sejumlah limbah seperti serbuk gergaji, jerami, dan batok kelapa yang sebelumnya sering dibuang kini memiliki nilai ekonomi. Melalui kemitraan dengan PLN, bahan-bahan tersebut mendapatkan kepastian pasar dan harga.

Kepastian penyerapan bahan baku biomassa juga diperkirakan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat desa. Dampaknya mencakup terbukanya lapangan pekerjaan baru hingga meningkatnya pendapatan warga.

"Di situ artinya ada kegiatan ekonomi, ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, serta lingkungan menjadi lebih bersih. Intinya efek dominonya banyak," tuturnya.

Baca Juga: PLN EPI Buka Peluang UMKM Masuk Rantai Pasok Biomassa, Target Serap 3,6 Juta Ton pada 2026

Yandri berharap pemanfaatan teknologi untuk mengolah limbah dapat memperbaiki kualitas hidup sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di pedesaan.

"Bukan sekadar uang rupiah, melainkan bagaimana keberlangsungan hidup di desa menjadi lebih bersih, lebih guyub, dan lebih bagus. Dengan penerapan teknologi dan hadirnya sumber ekonomi baru, otomatis tingkat kesejahteraan warga desa akan meningkat," kata dia.

(Sumber: Antara)