A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: foreach() argument must be of type array|object, string given

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Menkeu Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp321,6 Triliun pada Agustus 2025 - Ntvnews.id

Menkeu Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp321,6 Triliun pada Agustus 2025

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2025, 15:06
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampailan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) defisit Rp321,6 triliun hingga Agustus 2025. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampailan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) defisit Rp321,6 triliun hingga Agustus 2025. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampailan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) defisit Rp321,6 triliun hingga Agustus 2025.

Defisit anggatan tersebut setara 1,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Hingga akhir Agustus 2025, defisit APBN sebesar Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB,” ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin 22 September 2025.

Bendahara negara itu mengungkapkan pelebaran defisit ini terjadi lantaran realisasi belanja negara lebih besar jika dibandingkan dengan penerimaan negara yang masuk.

Baca juga: Inovasi Fiskal Purbaya Dinilai Bisa jadi Motor Sektor Riil RI

Dalam hal ini, realisasi pendapatan negara hingga Agustus 2025 mencapai Rp1.638,7 triliun atau setara 57,2 persen dari outlook.

Kemudian realisasi belanja negara mencapai Rp1.960,3 triliun atau setara 55,6 persen dari outlook.

Purbaya melanjutkan bahwa keseimbangan primer sebesar Rp22 triliun.

Baca juga: Defisit RAPBN 2026 Disepakati Melebar Menjadi Rp689,1 Triliun

Purbaya menjelaskan, outlook keseimbangan primer didesain minus Rp109,9 triliun.

“Masih ada belanja pemerintah yang dipercepat lagi sehingga keseimbangan primer sesuai dengan desain supaya bisa sesuai target,” tandasnya.