A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Mentrans Iftitah: Kakao Mamuju Tembus Pasar Jepang, Jadi Bukti Daya Saing Kawasan Transmigrasi - Ntvnews.id

Mentrans Iftitah: Kakao Mamuju Tembus Pasar Jepang, Jadi Bukti Daya Saing Kawasan Transmigrasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 14:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa Kawasan Transmigrasi Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi. Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa Kawasan Transmigrasi Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi.

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa Kawasan Transmigrasi Mamuju, Sulawesi Barat, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi.

Mentrans menjelaskan dari total 154 kawasan transmigrasi di Indonesia, Mamuju dinilai memiliki potensi besar dengan luas lahan mencapai 140.000 hektare yang membentang dari Polewali Mandar hingga Mamuju Tengah. 

Kawasan ini  menurutnya menjadi ladang ekonomi strategis, khususnya untuk pengembangan komoditas kakao yang merupakan unggulan daerah tersebut.

"Dari 154 Kawasan Transmigrasi, satu diantaranya yakni Mamuju, Sulawesi Barat adalah daerah penggerak ekonomi, tidak hanya lokal tetapi juga nasional," ucap Ifititah dalam akun Instagram pribadinya @iftitahsulaiman dikutip, Jumat 9 Januari 2026.

Baca juga: Mentrans Iftitah Buka-bukaan Akar Masalah Konflik Lahan Transmigrasi

Baca juga: Mentrans Iftitah Ungkap Sengketa Lahan Gambut Jaya Temui Titik Terang

"Luas lahan 140.000 hektare yang terbentang dari Polewali Mandar sampai Mamuju Tengah menjadi ladang ekonomi untuk kakao, salah satu komoditas unggulan Mamuju," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mentrans menyebut potensi kakao Mamuju bahkan telah menembus pasar internasional. 

Pada 18 Juli 2025, Mentrans bersama Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka secara resmi melepas ekspor biji kakao fermentasi asal Mamuju menuju Yokohama, Jepang.

Iftitah menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kehadiran pemerintah, semangat masyarakat, serta meningkatnya minat investor. 

"Kehadiran pemerintah, semangat masyarakat, dan minat investor menjadi titik balik agar masifnya gerakan untuk kolaborasi dan gotong royong dalam penciptaan “emas” di frontier Indonesia," tandasnya.

x|close