Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menutup realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan kondisi defisit yang tetap terkendali. Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 8 Januari 2026, pendapatan negara terealisasi sebesar Rp2.756,3 triliun dari target Rp3.005,1 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun dari target Rp3.621,3 triliun. Dengan demikian, defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), masih dalam batas aman sesuai ketentuan fiskal.
Dalam pelaksanaannya, APBN 2025 dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas dan daya beli masyarakat. Pemerintah menggelontorkan empat paket stimulus ekonomi dengan total nilai Rp110,7 triliun, serta memberikan insentif perpajakan dan kepabeanan di berbagai sektor hingga Rp530,3 triliun. Selain itu, efisiensi belanja dilakukan dengan menggeser anggaran ke sektor-sektor prioritas, termasuk penanganan bencana, serta mengalokasikan subsidi untuk bahan bakar, listrik, pupuk, dan perumahan yang mencapai Rp281,6 triliun.
Dari sisi asumsi makro, kinerja ekonomi nasional menunjukkan capaian yang relatif sesuai target. Pertumbuhan ekonomi terealisasi sebesar 5,2 persen, sejalan dengan target APBN 2025. Inflasi tercatat 2,9 persen, masih dalam rentang sasaran, meskipun nilai tukar rupiah melemah hingga Rp16.782 per dolar AS. Sementara itu, lifting minyak dan gas masing-masing terealisasi 577,6 ribu barel per hari dan 965,5 ribu barel setara minyak per hari. Menteri Keuangan Purabaya Yudhi Sadewa menegaskan APBN tetap menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif dalam menghadapi dinamika global dan domestik, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berikut Infografiknya:
Infografik: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 ditutup dengan catatan defisit yang terkendali. APBN 2025 dimanfaatkan untuk menjaga perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh melalui berbagai kebijakan. (Antara)
Baca Juga: Pembiayaan Utang 2025 Tembus Rp736 T, Hampir 95 Persen dari Target APBN
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 ditutup dengan catatan defisit yang terkendali. APBN 2025 dimanfaatkan untuk menjaga perekonomian Indonesia agar tetap tumbuh melalui berbagai kebijakan. (Antara)