Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memastikan percepatan agenda hilirisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor riil dan fundamental perekonomian nasional. Sejumlah proyek hilirisasi dijadwalkan akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking dalam waktu dekat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026, menanggapi kabar mengenai rencana peresmian groundbreaking proyek smelter di Mempawah, Kalimantan Barat.
“Sebagaimana tadi juga kami sampaikan bahwa salah satu juga yang kemarin dibahas untuk menggerakkan sektor riil dan fundamental ekonomi kita ya salah satunya hilirisasi. Nah dan memang di akhir bulan ini rencananya akan ada kurang lebih enam project hilirisasi yang akan dilakukan groundbreaking," ujar Prasetyo.
Baca Juga: Trump Ngaku Sudah Buka Obrolan dengan NATO Greenland, Apa Itu?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)
Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan peresmian akan dilakukan dalam waktu dekat. “Akhir bulan ini," katanya.
Prasetyo juga membenarkan bahwa Kalimantan Barat menjadi salah satu lokasi proyek hilirisasi yang akan segera dimulai, meski tidak hanya terbatas di satu daerah.
“Ya salah satunya. Jadi ada enam ada enam project," ujarnya.
Selain enam proyek yang akan memulai groundbreaking pada akhir Januari, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah proyek lanjutan yang dijadwalkan mulai berjalan pada bulan-bulan berikutnya.
“Mohon doa restunya supaya selebihnya masih ada kurang lebih 12 lagi bisa di bulan Februari, paling lambat di bulan Maret semuanya sudah bisa apa kita mulai," kata Prasetyo.
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani ( (Antara)