Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 23 Januari 2026 berpotensi melanjutkan pelemahan, seiring aksi jenuh beli pelaku pasar setelah indeks sempat menyentuh level tertingginya.
Dikutip dari Antara, IHSG dibuka melemah 97,47 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.894,70.
Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,52 poin atau 0,97 persen ke posisi 866,58.
"Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level support di 8.850-8950," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Lanjut Melemah di Rp16.985 per Dolar AS
Dari mancanegara, Ratna menjelaskan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif terhadap Eropa, dan menyatakan sudah mencapai kesepakatan kerangka kerja mengenai Greenland.
Trump tidak memberikan detil kerangka kerja, hanya menyatakan negosiasi tambahan sedang dilakukan mengenai perisai pertahanan Golden Dome, namun PM Greenland menyatakan tidak mengetahui mengenai kerangka kerja tersebut.
Ratna menyebut pelaku pasar akan mencermati pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS The Fed pada pekan depan, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap di kisaran 3,50-3,75 persen.
Ilustrasi - Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Dari kawasan Asia, pelaku pasar mencermati data inflasi Jepang bulan Desember 2025, yang diperkirakan melambat di level 2,7 persen year on year (yoy) dari 2,9 persen (yoy) pada November 2025.
Selain itu, pelaku pasar menantikan pertemuan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tetap di level 0,75 persen.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data uang beredar dalam arti luas (M2 Money Supply) bulan Desember 2025.
Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), bursa Eropa ditutup kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,22 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,12 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,20 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 0,99 persen.
Bursa AS di Wall Street juga kompak menguat pada Kamis (22/1/2026), di antaranya indeks Dow Jones menguat 0,63 persen ke 49.384,01, indeks S&P 500 menguat 0,55 persen ke 6.913,35, serta Nasdaq menguat 0,76 persen ke 25.518,35.
Baca juga: Purbaya: Rupiah Melemah Sebelum Thomas Djiwandono Dicalonkan Deputi Gubernur BI
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 182,40 poin atau 0,34 persen ke 53.871,30, indeks Shanghai menguat 6,02 poin atau 0,15 persen ke 4.128,60, indeks Hang Seng melemah 111,38 poin atau 0,34 persen ke 26.871,30, dan indeks Strait Times menguat 50,66 poin atau 1,05 persen ke 4.878,97.
Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026 bergerak menguat 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.847 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.896 per dolar AS.
Ilustrasi grafik saham