Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta nasabah untuk mewaspadai modus penipuan, termasuk phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA.
Hal tersebut menyusul laporan nasabah bisnis melalui media sosial terkait transaksi transfer dana.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan nasabah dan melakukan investigasi lebih lanjut.
"Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” ucap Hera dalam keterangannya, Senin 26 Januari 2026.
Baca juga: Nasabah Ngaku Kehilangan Uang Rp500 Juta, Begini Tanggapan BCA
Lebih lanjut BCA juga telah melakukan penelusuran internal dan memastikan bahwa sistem aman dan tidak mengalami ngangguan.
Untuk itu, pihaknya mengimbau nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, termasuk website palsu yang bukan website resmi BCA.
"Nasabah diminta untuk tidak membagikan data perbankan yang bersifat rahasia antara lain Appli Token Key BCA, PIN, OTP, dan password," bebernya.
Nasabah juga harus memastikan informasi hanya dari channel resmi BCA yaitu aplikasi haloBCA, nomor resmi Halo BCA 1500888 (tanpa 021, +0621, atau tambahan lainnya), WhatsApp Bank BCA 08111500998 (ada centang biru), Instagram @goodlifebca (sudah centang biru), serta website www.bca.co.id.
Baca juga: Bakti BCA Jangkau Batang Toru, Serahkan Bantuan Langsung Serta Dukung Instalasi Air Bersih dan MCK
View this post on Instagram
Seperti diketahui, di media sosial ramai mengenai laporan nasabah bisnis yang kehilangan dana diantaranya akun Instagram @tommy** melapor kehilangan dana sekitar Rp500 juta setelah mengakses website palsu KlikBCA Bisnis melalui mesin pencari Google.
Gedung bank BCA. (Antara)