Ntvnews.id, Jakarta - Media sosial diramaikan oleh laporan sejumlah nasabah bisnis yang mengaku menjadi korban penipuan melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA
Salah satu korban adalah pemilik akun Instagram @tommy**, yang melaporkan kehilangan dana sekitar Rp500 juta setelah mengakses situs perbankan palsu yang muncul melalui mesin pencari Google.
Setelah unggahannya viral, pemilik akun tersebut, Gustommy Khoiri menuliskan keterkejutannya atas besarnya kerugian yang dialami para korban.
“Kaget banget sih ada yang kena sampai Rp1.250.000.000,” tulis akun tersebut dikutip, Senin 26 Januari 2026.
Baca juga: BCA Pastikan Sistem Aman, Nasabah Diimbau Waspada Link Website Palsu
Lihat postingan ini di Instagram
Dalam unggahan itu turut ditampilkan tangkapan layar sebuah grup WhatsApp bernama Korban web phising klik BCA bisnis yang berisi para nasabah yang mengaku mengalami kejadian serupa.
Ia menjelaskan bahwa korban phishing tidak hanya satu atau dua pihak.
Menurutnya, dalam satu bulan terakhir banyak perusahaan menjadi sasaran penipuan melalui website palsu tersebut.
“Dalam 1 bulan terakhir ini yang kena phising sampai banyak banget perusahaan dan nilai totalnya kerugian sudah di atas Rp3 miliar dengan transfer dari KKB BCA ke rekening BRI dengan nama yang orang sama, tapi ada juga yang beda," ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dana korban ditransfer dari rekening Klik BCA Bisnis ke rekening bank lain, mayoritas menuju rekening BRI, dengan nama penerima yang sama.
"Ini cuma yang ada di grup ini karena DM saya dan video saya sebelumnya viral, ada 15 perusahaan yang kena musibah dalam waktu berdekatan," tandasnya.
Baca juga: Nasabah Ngaku Kehilangan Uang Rp500 Juta, Begini Tanggapan BCA
Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meminta nasabah untuk mewaspadai modus penipuan, termasuk phishing melalui website palsu yang mengatasnamakan BCA.
Hal tersebut menyusul laporan nasabah bisnis melalui media sosial terkait transaksi transfer dana.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan nasabah dan melakukan investigasi lebih lanjut.
"Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,” ucap Hera dalam keterangannya, Senin 26 Januari 2026.
Lebih lanjut BCA juga telah melakukan penelusuran internal dan memastikan bahwa sistem aman dan tidak mengalami ngangguan.
Untuk itu, pihaknya mengimbau nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan, termasuk website palsu yang bukan website resmi BCA.
BCA Klik Bisnis/Ist