Bahlil Tegaskan Pemerintah Jaga Subsidi BBM untuk Masyarakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Mar 2026, 16:27
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 9 Maret 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa negara akan tetap hadir menjaga kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar masyarakat tidak terbebani.

Bahlil menjelaskan, pasokan energi nasional, termasuk liquefied petroleum gas (LPG), bensin, maupun solar, terus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan. 

Subsidi BBM akan tetap berada dalam kendali pemerintah hingga Lebaran, dan diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya.

“Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi. Berapa harga subsidinya, itu kita lihat perkembangan politik,” ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Baca juga: Bahlil Buka-bukaan RI Buka Opsi Impor BBM dari Rusia

Ia juga menyinggung harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel.

“Kalau masih 100 dolar AS, Insyaallah masih dalam koridor APBN. Masih bisa kita exercise. Tapi ini masih dalam pembahasan,” katanya.

Lebih lanjut, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional, termasuk BBM, LPG dan batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman hingga momen Lebaran 2026.

Ia juga menegaskan bahwa stok energi nasional masih sesuai dengan standar minimal.

“Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14–15 hari, sesuai batas minimal standar nasional,” ujar dia.

Ketika ditanya mengenai ketersediaan energi pasca Lebaran, Bahlil mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi setelah Maret.

Baca juga: Bahlil Siapkan Penghentian Bertahap PLTD Berbahan Solar, Diganti PLTS dan Geothermal

“Yang penting kita bisa melakukan perencanaan yang baik, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi setelah Maret pun sudah kita siapkan. Hal yang paling utama adalah memastikan stok selalu tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di Indonesia,” ujar dia.

Ia menambahkan Indonesia mendapat sedikit angin segar dengan adanya kebijakan tutup-buka di Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut memungkinkan kapal-kapal dari negara selain Israel dan Amerika Serikat untuk kembali melakukan komunikasi, yang dinilai sebagai perkembangan positif bagi stabilitas pasokan energi.  (Sumber:Antara)

x|close