IHSG Anjlok Lebih dari 8 Persen, Airlangga Minta BEI Evaluasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 15:43
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi menyeluruh menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 8 persen pada perdagangan Rabu 28 Januari 2026.

Pemerintah akan memantau perkembangan IHSG dan segera menggelar rapat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pihak terkait lainnya. 

Rapat tersebut dijadwalkan dalam waktu dekat untuk membahas kondisi pasar modal nasional.

"IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yg lain, besok lah kita jadwalkan," ucap Airlangga, Rabu 28 Januari 2026.

Baca juga: Airlangga Hartarto Apresiasi Peran SRC dalam Modernisasi 250 Ribu Toko Kelontong

Secara teknis Airlangga mengakui hal itu terjadi lantaran adanya langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memberlakukan pembekuan kebijakan indeks untuk saham-saham Indonesia secara efektif.

Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa BEI tetap perlu melakukan evaluasi lebih lanjut. "Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi," bebernya.

Evaluasi tersebut, kata Airlangga, berkaitan dengan hal-hal yang menjadi perhatian dan permintaan MSCI, termasuk aspek transparansi pasar. 

"Iya tentu kalau transparansi itu persyaratan bagi seluruh penyelenggara pasar modal. Jadi itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikan banyak negara," ungkap Airlangga.

Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU/pri. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 27 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU/pri. (Antara)

Baca juga: Airlangga Tegaskan Peran Strategis Swasta dalam Aksesi Indonesia ke OECD

Terkait kekhawatiran investor akibat penurunan tajam IHSG, Airlangga mengimbau agar pelaku pasar tidak panik. 

Ia menegaskan fluktuasi merupakan bagian dari risiko investasi saham. "Ya ngga perlu panik, kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik ada yang turun," jelasnya.

Mengenai potensi keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia, Airlangga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat indikasi tersebut. 

“Belum, belum,” pungkasnya.

x|close