Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan sejumlah isu strategis, mulai dari pengangkatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), kebijakan batu bara, hingga pembenahan pasar modal, masih bersifat dinamis dan menjadi kewenangan Presiden.
Terkait isu Wakil Menteri Keuangan, Purbaya menegaskan belum menerima permintaan resmi untuk memberikan penilaian.
"Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia juga menanggapi santai pertanyaan soal pertemuannya dengan Juda Agung.
"Sudah. Juda kan teman lama juga, jadi enggak terlalu banyak. Enggak yang mesti didiskusikan lagi,” ujarnya.
Baca Juga: PBB Belum Terima Informasi Resmi Soal Pembukaan Penyeberangan Rafah
"Soal pelantikan? Saya enggak tahu,” kata Purbaya singkat.
Menanggapi kebijakan bea keluar (BK) batu bara, Purbaya menyebut regulasinya masih dalam proses.
"Sedang dalam proses hukumnya sedang diberesin peraturannya. Dalam proses perundang-undangan, pengundangannya,” katanya.
Ia mengungkapkan tarif telah dihitung, meski belum diputuskan final.
"Oh udah, tarifnya udah. Tadi cuman putusnya berapa masih belum,” ucapnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)
Terkait pasar modal, Purbaya meminta OJK dan BEI bergerak cepat menindak praktik penggorengan saham.
"Banyak penggoreng-penggoreng di pasar saham yang bebas berkeliaran,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut akan turun langsung jika perbaikan tidak segera dilakukan.
Baca Juga: Bahlil Tegaskan Adies Kadir Bukan Lagi Kader Golkar
"Kalau Maret, sampai akhir Maret enggak jalan saya akan ke sana sebagai Ketua KSSK,” tegasnya.
Purbaya menutup dengan menegaskan bahwa pemulihan IHSG hanya soal waktu.
"Ini kan masih shock, Besok akan flat. Minggu depan lah Anda lihat minggu depan lah akan balik. Karena fondasi ekonomi betul-betul kita perbaiki dengan serius,” pungkasnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)