Purbaya: IHSG Jatuh karena MSCI, Ini Hanya Syok Sesaat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 17:38
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini dipicu oleh laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menilai pasar saham Indonesia kurang transparan. Hal itu disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

“Ya IHSG kan jatuh karena berita yang MSCI itu, yang menganggap kita kurang transparan dan banyak goreng-gorengan saham segala macam kan. Dan persyaratan mereka ya itu lebih bersih sama floating-nya berapa persen,” ujar Purbaya.

Menurutnya, reaksi pasar terhadap laporan tersebut dinilai berlebihan karena proses penyesuaian masih memiliki waktu hingga Mei mendatang.

"Ini saya pikir reaksi yang berlebihan, karena kan ini baru laporan pertama kan? Masih ada waktu eksekusi sampai bulan Mei kan?” katanya.

Baca Juga: Bahlil Ungkap 4 Fokus Prabowo dalam Kebijakan Energi Nasional, Apa Saja?

Purbaya mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan seluruh catatan MSCI akan dibereskan sebelum tenggat waktu.

"Saya sudah bicara dengan Ketua OJK, dia bilang semuanya akan dibereskan sebelum Mei. Jadi ini hanya syok sesaat,” ucapnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa <b>(NTVnews)</b> Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (NTVnews)

Ia optimistis perusahaan-perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mampu memenuhi seluruh persyaratan MSCI.

"Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu,” kata Purbaya.

Purbaya bahkan menilai kondisi saat ini justru menjadi momentum yang baik bagi investor.

"Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei harusnya sekarang a good time to buy,” ujarnya

x|close